Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Bambang Nurdiansyah - PSISAbi Yazid / Goal

Bambang Nurdiansyah Nilai Bertanding Di Tengah Kabut Asap Berbahaya

Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah menyesalkan pertandingan pekan ke-20 Liga 1 2019 melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe tetap digelar, Selasa (24/9) sore WIB, meski Palangkaraya masih diselimuti kabut asap.

Berdasarkan data laman AirVisual hari ini hingga pukul 11:54 WIB, kualitas buruk udara Palangkaraya menempati peringkat teratas dari beberapa kota di Indonesia. Indeks kualitas udara (AQI) Palangkaraya mencapai 374. Angka itu masuk ke dalam kategori berbahaya.

“Pertandingan yang normal saja pemain gagal jantung [bisa] mati di lapangan. Sudah beberapa kali terjadi. Kami sih siap, tapi kasihan pemain. Kalau ada apa-apa, siapa yang tanggung jawab?” tanya Banur, sapaan Bambang, kemarin diwartakan laman Tribun Jateng.

“Bukannya kami tidak mau main, karena ini kompetisi. Tapi kami hanya respect ke pemain, jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa.”

Hal senada diungkapkan Ganjar Mukti dan Wallace Costa. Ganjar mengatakan, kabut asap bisa menggangu performa pemain. Sebab, mereka tidak bisa bertanding dengan menggunakan masker.

SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!

“Terkait asap, saya baru turun di Bandara saja sudah terasa. Tidak ada asap saja Kalteng sudah panas. Terus terang terganggu. Tapi sebagai pemain profesional, waktunya pertandingan kami harus siap bertanding. Mungkin harus ada upaya antisipasi,” cetus Ganjar.

“Kabut asap yang ada di sini cukup buruk, tapi jangan sampai ini menjadi alasan konsentrasi kami terganggu untuk meraih poin di sini. Kami butuh poin untuk mengganti banyak poin yang sudah hilang saat kami bermain di kandang,” tambah Wallace.

SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google