PSIS Semarang gagal revans kontra Madura United pada putaran kedua. Bertanding di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Selasa (17/12), PSIS kalah 3-2 dari Madura United.
Pelatih PSIS, Bambang "Banur" Nurdiansyah mengaku kecewa dengan hasil akhir yang tak memihak timnya. Kekalahan yang tak diinginkan tim, manajemen, dan suporter.
"Permainan babak kedua kami bagus, ketinggalan gol Madura, kami berusaha mengejar. Sayangnya nasib tidak bersama kami. Saya respek kepada pemain saya, di babak kedua pemain bermain luar biasa," kata Banur.
Banur tak ingin mengomentari keputusan wasit Dwi Susilo (DKI Jakarta) yang dinilai merugikan timnya. Keputusan yang seharusnya penalti saat Komarodin berakselerasi terjadi handball. Namun wasit tak melihat itu sebuah pelanggaran.
"Terkait keputusan wasit, semua telah terjadi dan saya tidak banyak bicara. Hanya saja gol ketiga Madura United berbau off-side dan ada kejadian handball pemain lawan, tapi tidak ada penalti dari wasit," jelasnya.
Absennya Finky Pasamba sangat memengaruhi agresivitas lini tengah Mahesa Jenar. Pemain pengganti, Heru Setyawan tampil belum sempurna setelah lama dibekap cedera hamstring.
"Babak kedua saya coba masukkan Tegar Infantrie dan mengubah jalannya pertandingan," tambah mantan pelatih Persita Tangerang itu.
Namun, kendati kalah pada pekan ke-33, eks juru taktik Cilegon United ini masih optimistis PSIS finis di peringkat kedelapan atau ketujuh akhir kompetisi. "Di partai terakhir, PSIS akan menghadapi Bhayangkara FC dan saya akan fokus memenangkan pertandingan tersebut," tutur Banur.
Kapten PSIS, Wallace Costa, mengaku permainan timnya sudah bagus di babak kedua dengan berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, hasil akhir tidak memihak timnya.
"Selamat untuk Madura United. Saya juga katakan selamat kepada teman-teman yang kerja keras di pertandingan malam ini. Kedua tim bermain terbuka dan menunjukkan permainan sepakbola positif. Kami akan lupakan laga lawan Madura, dan fokus di laga terakhir melawan Bhayangkara FC," ucap Wallace.(gk-18)



