Bali United langsung meresponds sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap mereka. Sanksi itu dijatuhkan lantaran adanya flare yang membuat pertandingan sempat terhenti beberapa kali saat Bali United menjamu Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 2 Desember lalu.
Lantaran pelanggaran itu, komdis menghukum Bali United dengan denda sebesar Rp220 juta plus dua kali laga kandang tanpa penonton pada Liga 1 musim depan.
"Kami akan mengajukan banding kepada Komdis PSSI karena menurut kami hukuman tersebut terlalu berat, mengingat sebelumnya suporter di Bali tidak memiliki histori dalam melakukan hal-hal negatif," ucap Yabes Tanuri, CEO Bali United seperti dikutip laman resmi klub.
Yabes pun mengaku kecewa dengan adanya insiden ini. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan sebagian orang tersebut harus berimbas ke banyak pihak termasuk suporter yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion pada awal kompetisi musim depan.
"Yang pasti kami berharap suporter bisa lebih bijak lagi dalam hal mengungkapkan rasa kekecewaannya. Semoga hal serupa tidak lagi terjadi dan mari kita sama-sama jaga nama baik Bali yang sudah terkenal ramah hingga mancanegara," jelasnya.
Berbeda dengan musim 2019 yang berhasil menduduki peringkat kedua klasemen akhir, tim Serdadu Tridatu pada musim 2018 hanya berhasil finis di posisi ke-11. Itu setelah mereka hanya mengoleksi 45 poin dari 34 laga.
Goal Indonesia


