Berita besar pada pekan ini tentu saja kembalinya Carlo Ancelotti ke Real Madrid, yang beberapa waktu lalu mengumumkan perpisahan dengan Zinedine Zidane. Namun di sisi lain, hal ini akan memberi pengaruh besar pada langkah transfer Arsenal.
Kenapa bisa?
Ancelotti, 61 tahun, memutuskan angkat kaki dari Everton setelah mengabdi 18 bulan untuk mudik ke klub yang pernah dibawanya berjaya antara 2013-2015.
Seperti diketahui, pria Italia ini adalah sosok yang menghadirkan status La Decima bagi Los Blancos di Liga Champions.
Ancelotti menyampaikan salam perpisahannya dengan Everton melalui akun resmi media sosial dia. Dijelaskannya, dia terpanggil untuk menerima tantangan yang diberikan Madrid padanya.
Getty"Saya ingin berterima kasih kepada Everton FC, para pemain saya, para suporter yang telah memberi saya kesempatan untuk menangani klub yang fantastis dan historis ini," tulisnya di Twitter.
"Saya memutuskan untuk hengkang karena di hadapan saya ada tantangan baru dengan tim yang selalu berada di hati saya, Real Madrid," imbuh sang juru taktik.
Ancelotti akan ditugasi untuk meremajakan skuad Madrid, yang sepanjang musim ini tampil di bawah standar dan ekspektasi, dan berhadapan dengan kontrak Sergio Ramos yang dipercaya akan pergi di musim panas ini seiring kontraknya berakhir Juni sekarang.
Lantas, pengaruh apa yang diberikan kepada Arsenal dari kembalinya Ancelotti ke Santiago Bernabeu?
Ancelotti di Madrid akan pengaruhi transfer Arsenal
Ada dua pemain Arsenal yang statusnya pinjaman dari Real Madrid di musim lalu, yakni Dani Ceballos dan Martin Odegaard.
Kendati telah menghabiskan dua tahun di London Utara, tampaknya Arsenal tidak akan bergerak lebih lanjut perihal status Ceballos di Emirates Stadium.
Namun, prospek berbeda dengan Odegaard. Dia dilaporkan jadi target teratas Arsenal di musim panas ini, seiring kontribusi dirinya yang terbilang sangat penting bagi tim. Bintang Norwegia tersebut telah menghadirkan unsur kreativitas yang paling dibutuhkan dalam permainan The Gunners.

Odegaard membantu Arsenal meningkat drastis di paruh kedua musim lalu dan sukses mencuri hati para fans berkat kerja keras serta tentunya umpan-umpan kunci yang dipertontonkannya sejauh ini.
Odegaard memang bukan pemain favorit Zidane, fakta yang akhirnya membuat Arsenal bisa dengan leluasa meminjamnya pada awal tahun ini. Namun, perubahan di kursi manajerial El Real memunculkan kekhawatiran bahwa si pelatih baru bisa saja memasukkan dia ke dalam rencananya.
Jika begitu keadaannya, Arteta hanya bisa berucap pisah dengan sang gelandang kreatif. Namun, manajer The Gunners itu masih punya harapan bila menyimak kembal komentar terakhir Ancelotti mengenai Odegaard pada 2016 lalu.
"Dia bisa menjadi pemain terbaik dunia, tapi saya tidak peduli karena dia bukan pemain yang saya inginkan. Transfer ini ada hubungannnya dengan PR," tandasnya kala itu.
Apabila Ancelotti masih berpegang pada ucapannya lima tahun lalu, peluang Arsenal mendapatkan Odegaard secara permanen terbuka lebar. Namun, jika mantan pelatih Milan itu turut memerhatikan performa top gelandang 22 tahun itu, bisa saja Don Carlo memasukkannya ke dalam proyek baru Los Blancos.
