Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan bahwa ia tidak memimpin The Gunners dengan sewenang-wenang. Hal itu ditegaskan sang pelatih terkait pencoretan dan pelepasan ban kapten Pierre-Emerick Aubameyang.
Aubameyang disisihkan Arteta pasca-sang pemain melakukan tindakan indisipliner. Nama pertam melanggar protokol kesehatan usai memilih terbang ke Prancis untuk menambah koleksi tato di tubuhnya beberapa hari sebelum laga kontra Southampton, 11 Desember lalu.
Sejak itu, penyerang asal Gabon itu tidak disertakan dalam laga melawan West Ham, Leeds United, serta Sunderland di Piala Liga Inggris.
"Saya tidak membangun otoritas saya dengan menjadi diktator atau kejam," ucap Arteta.
“Saya hanya meminta rasa hormat dan komitmen. Pada level ini, jika saya tidak mendapatkannya, saya mengemasi tas saya dan pergi ke tempat lain karena itu adalah hal minimal yang bisa saya minta.”
"Untuk menjadi sukses, Anda harus antusias akan sesuatu dan jika Anda ingin mewakili klub sebesar ini, dengan sejarahnya, itu adalah standar minimum yang harus Anda bawa.”
"Saya tidak akan meminta siapapun untuk memasukkan bola ke sudut atas setiap kali mereka menendangnya, tapi saya akan meminta mereka untuk melakukan hal yang benar setiap hari untuk klub ini. Itu sudah pasti,” pungkasnya.
Arsenal sedang dalam tren bagus dengan catatkan empat kemenangan berentet di lintas ajang. Terdekat, Bukayo Saka dkk akan hadapi Norwich pada laga Boxing Day alias pekan ke-19 Liga Primer Inggris di Carrow Road, Minggu (26/12).
