AS Roma seperti melawan takdir untuk mencapai semi-final Liga Champions pertama kalinya di era modern.
Setelah I Lupi dilipat Barcelona 4-1 pada laga leg pertama delapan besar di Camp Nou, sejatinya banyak yang memandang pertemuan kedua di Olimpico sekadar formalitas untuk mengesahkan kelolosan Blaugrana.
Sungguh tak ada yang menyangka laskar Serigala pimpinan Eusebio Di Francesco ternyata bisa menerkam Barca tiga gol tanpa balas! Roma melaju berkat gol tandang, dan hasil undian semi-final memasangkan Giallorossi dengan Liverpool, sang penakluk Manchester City.
Kepalang tanggung, tentunya Roma ingin melanjutkan langkah ke partai puncak. Apa lagi, duel kontra Reds merupakan kesempatan untuk menuntaskan dendam 34 tahun.
Pada final 1984, mana kala kompetisi masih dalam format lama dan bernama Piala Champions, Roma takluk adu penalti di hadapan Liverpool. Yang lebih menyakitkan, ini terjadi di Olimpico!
Namun, tentunya bukan perkara ringan mengeliminasi skuat Jurgen Klopp. Monchi selaku direktur olahraga Roma menyebut Edin Dzeko cs. mesti bermain seiistimewa seperti kala mewujudkan "Romantada" kontra El Barca.
"Tampaknya ini adalah kesempatan sempurna bagi kami untuk menemukan kebahagiaan yang sudah lama sekali tidak kami temukan, tapi akan sulit karena Liverpool adalah tim sangat kuat," tegasnya seperti dikutip dari akun Twitter klub.
"Kami harus berfokus pada diri sendiri, dan berusaha menyajikan kembali performa yang mampu kami tunjukkan saat melawan Barcelona."
Roma akan bertamu ke Anfield terlebih dahulu pada duel pertama, 24 April mendatang, sebelum menerima kedatangan Mohamed Salah dkk. di Olimpico dalam jarak delapan hari.
Menangkan perjalanan menonton LANGSUNG Liverpool di Anfield! Klik di sini untuk info lebih lanjut.
