Pelatih AS Roma Jose Mourinho merasa bak bencana timnya harus berjumpa dengan Inter Milan, yang merupakan mantan klub pria Portugal tersebut, di Coppa Italia.
Kedua tim akan berduel di babak perempat-final setelah pasukan Mourinho berhasil menyingkirkan Lecce di fase 16 besar Coppa Italia, Kamis malam waktu setempat.
Mourinho tak pernah meragukan bekas klubnya tersebut, yang dipandangnya akan menghadirkan ancaman nyata ketika keduanya berduel untuk memerebutkan tiket ke semi-final.
Mourinho sendiri merupakan pelatih tersukses dalam sejarah Nerazzurri, di mana dirinya pernah mempersembahkan supremasi treble winners pada 2010 silam.
"Perjalanan masih panjang, kami memiliki beberapa pertandingan lagi, dan bagi saya tidak ada keraguan bahwa Inter adalah tim terkuat dan skuad keseluruhan baik di ajang Serie A dan Coppa Italia," tutur Mourinho.
"Oleh karena itu, kami mendapatkan undian yang paling buruk. Namun, kami akan menghadapinya dan berusaha untuk menghadirkan kejutan. Kita lihat saja apakah segalanya mungkin," ulasnya.
Ditanya mengenai perasaannya kembali ke San Siro sebagai rival, mantan pelatih Real Madrid, Chelsea dan Manchester United itu tak bisa berkata-kata.
"Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya berada di San Siro. Saya harus mempersiapkan [diri] secara emosional, sebagaimana yang saya lakukan ketika Roma menjamu Inter," lanjutnya.
"Saya harus mencoba untuk tidak menyimpan emosi dan berusaha untuk membuat pertandingan ini seperti laga-laga lainnya. Saya kembali ke San Siro untuk bermain menghadapi Milan dan menerima segala macam hinaan! Orang-orang tidak akan melakukan itu saat ini, namun kita lihat saja," tegasnya.
"Tentu saja, target saya adalah berusaha memenangkan pertandingan dan fans Inter akan mendukung tim dan pelatih mereka. Namun, respek selalu ada di sana, karena orang-orang tidak akan pernah lupa," pungkas Mourinho.
