Pelatih AS Roma Jose Mourinho frustrasi, timnya kembali gagal mengatasi perlawanan hebat Bodo/Glimt di ajang Liga Konferensi Europa tadi malam.
Di pertandingan itu, klub ibu kota Italia kembali dibuat repot hingga hanya bisa mengemas satu poin dengan bermain sama kuat, 2-2.
Dua pekan lalu lebih parah lagi. Laskar Mourinho diluluhlantakkan tim antah-berantah dari Norwegia tersebut dengan skor mencolok, 6-1. Harapannya, di kesempatan kedua Roma bisa bangkit.
Nahas, anak-anak Mourinho hanya bisa memetik satu poin di kandang sendiri.
"Saya kira, hasil di laga itu kejam sekali buat kami," tuturnya selepas laga.
"Itu bukan performa terbaik, kami membuat banyak kesalahan teknikal, terutama di babak pertama ketika bermain dari belakang. Setiap kali kali bola beranjak ke Veretout dan Darboe, kami kehilangan bola," lanjut Mourinho.
"Realitasnya pertandingan imbang 2-2, namun dua penalti sangat jelas. Jelas seperti siang hari. Anda bisa berbicara apa pun yang Anda mau, tapi realitasnya adalah 2-2. Mereka memiliki dua tembakan on target dan itu gol," katanya lagi.
"Kami mencetak dua gol dan mendapati dua penalti jelas yang diabaikan," keluh Mourinho.
"Saya tidak tahu apakah mereka mendapatkan wasit yang buruk dan memulai karier mereka dari Liga Konferensi. Saya tidak mengatakan apa pun tentang wasit di Norwegia karena kami kalah 6-1. Tapi di sini, dua penalti jelas," tandasnya.
Soal keseimbangan timnya, Mourinho menambahkan: "Keseimbangan datang dari para pemain di skuad kami. Matia Vina mengalami cedera, jadi saya harus memilih seorang bek kiri. Solbakken memainkan leg pertama dengan baik, malam ini Ibanez memasukkan dia ke dalam sakunya."
"Dia hanya memiliki satu sentuhan dan mencetak gol fantastis," puji Mourinho pada Ibanez.




