Manajer Tottenham Hotspurs Jose Mourinho mengeluarkan amarahnya terkait kualitas wasit setelah kekelahannya di Derby London Utara dari Arsenal, Minggu (15/3). Pria Portugal itu mengatakan bahwa sang pemimpin laga mestinya memberikan pernyataan setelah pertandingan atas keputusannya.
Pelatih asal Portugal itu sempat menikmati keunggulan duluan pasukannya melalui rabona luar biasa dari Erik Lamela sebelum pemain Argentina tersebut dikeluarkan dari lapangan lantaran menerima dua kartu kuning.
Meski begitu, Mou tidak senang dengan wasit Michael Oliver dan VAR, terutama keluhan mereka untuk penalti kemenangan Alexandre Lacazette tepat satu jam setelah Davinson Sanchez dinyatakan melanggar penyerang Arsenal tersebut.
“Tidak ada wawancara pasca-pertandingan untuk wasit? Itu sangat disayangkan,” kata Mourinho kepada Sky Sports . “Kami bermain sangat buruk di babak pertama. Skor 1-1 bukanlah hal yang bagus. Kami buruk”
“Di babak kedua, kami hanya memiliki sedikit ruang untuk mengembangkan permainan. Kemudian ini adalah pertanyaan – tetapi pertanyaan yang tidak mungkin karena mereka tidak berbicara – untuk dijawab oleh wasit Michael Oliver. Mungkin Paul Tierney juga seperti dia (VAR).”
“Permainan di bawah kendali di babak kedua, jadi kami bisa bangkit. Kami melakukan perubahan untuk mencoba dan menang, namun penalti dan kartu kuning kedua untuk Lamela membuat kami lebih buruk.”
“Apa yang saya lihat dari bangku cadangan pada awalnya hanyalah sebuah perasaan. Saya berada 40 hingga 50 meter. Saya melihatnya di iPad. Wasit terkadang memiliki pekerjaan yang sulit. Saya tidak mengeluh tetapi ketika saya menonton kembali di iPad itu adalah keputusan yang salah.”
“Jika seseorang meiliki pendapat berbeda dengan saya, itu harus menjadi salah satu penggemar besar Arsenal dengan tiket musiman. Hal tersebut adalah satu-satunya yang sama terima karena itu adalah hak berbicara. Selain itu saya tidak menerima pandangan yang berbeda karena sudah jelas.”
“Jika para pemain tidak bermain lebih baik, itu karena mereka tidak bisa mengembangkan permainan. Saya termasuk dalam tim, jadi saya bersalah pada babak pertama seperi para pemain, tetapi hal terbaik adalah kami meningkat di babak kedua.”
“pemain lelah, pelatih lelah, mungin wasit juga lelah. Rekor saya dengan Michael Oliver dalam adu penalti dengan Chelsea, United dan Tottenham sangat tidak beruntung.”
Ini bukan kali pertama Oliver menerima amarah dari pria Portugal itu.
Dia menjadi sasaran teriakan sarkastik dari sang manajer menjelang kemenangan Liga Europa 2017 bersama Manchester United setelah diusirnya Ander Herrera oleh Oliver yang membuat mereka terseingkir dari Piala FA atas The Blues dua bulan sebelumnya.
Oliver juga menganulir gol Harry Kane melawan Sheffield United, Juli lalu menjelang akhir musim 2019/20, sebuah gol yang bisa membantu Spurs memastikan finis di posisi kelima dan menghindari kualifikasi panjang untuk Liga Europa tahun ini.
Mourinho pun kini menyamai rekor satu musim terburuk dalam karir papan atas dia di Inggris menyusul hasil akhir pekan ini. (*/Yos)




