Pierre-Emerick Aubameyang akan didenda lantaran datang terlambat di laga derby London Utara antara Arsenal dan Tottenham Hotspur.
Tak berpikir panjang, sang kapten langsung dihukum manajer Mikel Arteta, yang dengan berani menepikan pentolan The Gunners itu di laga menghadapi sang rival besar.
Bintang Gabon tersebut juga tidak dimainkan sebagai pemain cadangan di Emirates Stadium dan hanya bisa menyaksikan koleganya mengamankan kemenangan 2-1 tanpa bantuan darinya. Kapten yang menggantikannya, Alexander Lacazette, menjadi penentu kemenangan lewat sepakan penalti.
Aubameyang kini harus menghadapi denda, sebagai bagian dari aturan klub. Dan ternyata, ini bukan pertama kalinya sang kapten datang terlambat. Sebelumnya, dia juga pernah melakukan tindakan indisipliner seperti ini.
Keputusan Arteta mendepak Aubameyang dari kesebelasan terbilang berani mengingat status sang striker dan bagaimana form dia belakangan ini - mencetak sembilan gol dalam 12 laga sebelumnya.




Namun sang manajer punya prinsip yang tak bisa diganggu gugat kalau sudah bicara masalah kedisiplinan di ruang ganti.
"Saya membuat apa yang saya nilai merupakan keputusan tepat," tegas Arteta selepas pertandingan.
"[Standar sikap] adalah fondasi dan platform yang kami bisa membangun sesuatu secara berkelanjutan dalam jangka menengah dan panjang. Itulah kenapa saya terus membicarakan tentang itu dan mengambil tindakan," jelasnya.
Spekulasi yang beredar di luar menyebutkan adanya perpecahakan antara Arteta dan sang kapten. Namun, pria Spanyol itu segera memberikan klarifikasi.
"Kami punya jalan untuk hidup bersama sehingga kami saling menghormati satu sama lain. Namun, dia [Aubameyang] adalah sosok yang luar biasa, dia mungkin salah satu pemain terpenting di tim ini. Dia kapten kami. Hal-hal seperti ini bisa terjadi, mari menatap ke depan. Mari menikmati kemenangan ini," tandasnya.
Saat ditanya secara spesifik keterlambatan Aubameyang karena kecerobohan atau memang disengaja olehnya, Arteta menolak berbicara lebih lanjut.
"Saya tidak akan pernah memberitahu apa pun yang terjadi di ruang ganti," ucapnya.
Arteta memutuskan untuk menjadikan Lacazette sebagai kapten untuk memimpin laga derby London Utara, sementara Aubameyang menempati bangku cadangan.
Arsenal melakukan tiga pergantian pemain dalam kemenangan 2-1 ini, tapi memilih untuk mengabaikan Aubameyang. Sang juru taktik lebih mengedepankan Nicolas Pepe, Willian dan Mohamed Elneny untuk masuk.
Aubameyang, 31 tahun, belakangan memang tengah tampil tokcer - mencetak dua gol menghadapi Benfica di babak 32 besar Liga Europa dan mengepak empat gol di tiga penampilan starter-nya di kancah Liga Primer.
Pandit Sky Sports dan kolumnis Sportsmail Jamie Redknapp menyatakan, Aubameyang bakal patah hati dengan keputusan itu. Meski demikian, dia memahami Aubameyang bisa segera melakukan penebusan dosa.
"Dia ingin bermain di laga seperti ini tentu saja. Dia akan kecewa. Saya sepakat dengan orang-orang bahwa sulit untuk berspekulasi, kami tidak tahu, tapi sang manajer telah merenggangkan otot-ototnya," tuturnya.
"Itu tidak bisa menjadi aturan untuk beberapa pemain dan aturan berbeda untuk beberapa pemain lainnya. Dia [Arteta] merasa bahwa dia [Auba] tidak boleh bermain di laga ini," terangnya.
"Namun, yang dilakukan Arteta adalah memberikan kesempatan pada pemain lain, siapa pun yang dibawa sebagai pengganti. Auba mungkin akan menjadi karakter yang sangat ingin menebus dosa," pungkasnya.
Saksikan Tayangan Langsung Dan Cuplikan Pertandingan Kompetisi Top Dunia mulai Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Belanda, Copa Libertadores hingga UEFA Nations League hanya di www.mola.tv dan Simak Jadwal Lengkap Pertandingan di Instagram @molatv.sport dan KLIK UNTUK BERLANGGANAN !
Baca juga: Cara Mudah Berlangganan Mola TV & Nonton Siaran Langsung Liga Inggris
