Nicolas Pepe nyaris menjadi bintang kemenangan Arsenal saat bentrok dengan Slavia Praha di leg pertama babak perempat-final Liga Europa. Nahas, kecerobohan The Gunners membuyarkan segalanya.
Setelah membuntu hampir di sepanjang laga, pemain internasional Pantai Gading itu akhirnya memecahkan kebuntuan tim empat menit sebelum wasit meniup peluit panjang di Emirates Stadium.
Sayang, tepatnya di masa injury-time, pilar Slavia Tomas Holes mencuat untuk memaksakan pertandingan berakhir imbang satu sama. Arsenal pun harus puas mengakhiri laga dengan kemasukan satu gol tandang.
Dosakah manajer Mikel Arteta tidak memasang Pepe sejak menit awal?
Menurut Opta, Pepe adalah sosok yang lebih banyak menjebol gawang lawan dibandingkan seluruh pemain Arsenal di ajang Liga Europa musim ini, yakni empat gol.
Tidak mustahil, jika saja mantan bintang Lille ini diturunkan sebagai starter, dia akan memberi opsi menarik bagi Arteta di lini serang Arsenal atau jangan-jangan bisa mengepak gol buat tim lebih dini.
Seperti diketahui, Pepe baru dimasukkan Arteta menginjak menit ke-78, bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Mohamed Elneny.
Menariknya, gol Pepe pun terjadi juga karena bantuan assist Aubameyang, yang tampil dari bangku cadangan. Umpan terobosan matang dari sang kapten diteruskan Pepe untuk kemudian menaklukkan kiper Kolar dengan dingin.
Di perjumpaan kedua nanti, anak-anak Meriam London wajib menghindari hasil 0-0 jika tidak ingin pulang dari Ceko dengan kepala tertunduk lesu.
Jadi, dosakah Arteta tidak memasang Pepe sejak menit awal, atau ini memang taktik terbaik Arteta?




