Unai Emery Mikel Arteta GFXGFX

Gejolak Internal Arsenal - 'Pengkhianatan' Mikel Arteta & 'Neraka' Hidup Unai Emery

Mantan direktur Arsenal Raul Sanllehi meyakini bahwa The Gunners melakukan "kesalahan" dengan "mengkhianati" model hierarki baru dan memutuskan untuk mendapuk Mikel Arteta sosok sentral di Emirates.

Sanllehi menerapkan model baru usai masa bakti Unai Emery sebagai manajer Arsenal, membentuk 'tim impian' empat orang: pelatih kepala Arteta, direktur teknis Edu, kepala operasi sepakbola Huss Fahmy, dan manajer akademi Per Mertesacker untuk berbagi tanggung jawab mengurus klub.

Namun, Arsenal, yang kini memimpin klasemen Liga Primer Inggris dengan enam kemenangan dari tujuh pertandingan, justru meninggalkan gagasan tersebut semenjak Sanllehi dipecat 2020 lalu.

Arsenal tinggalkan gaya baru

Raksasa London Utara itu memilih untuk kembali ke model Arsene Wenger, dengan memasrahkan segalanya ke tangan Arteta.

"Model yang lama adalah model satu bos. Segala respek buat Arsene Wenger, yang dia lakukan untuk Arsenal itu unik dan mungkin konsep yang terbaik di eranya — tapi Anda harus berkembang," ucap Sanllehi, yang kini menjabat direktur olahraga klub divisi kedua Liga Spanyol Real Zaragoza, kepada The Athletic.

"Saya tak sepakat ketika pelatih tim utama disebut 'manajer'. Pelatih tim utama ya pelatih tim utama, cukup. Zaman sekarang, beban kerjanya berat sekali, dan saya perlu dia konsentrasi di tim utama."

"Apa pun yang mendistraksi Anda dari tim utama bukanlah tanggung jawab Anda — mengatur jadwal perjalanan, kondisi lapangan, anggaran gaji, departemen medis. Biar orang lain yang melakukannya. Pelatih tim utama itu orientasinya jangka pendek — menangkan saja laga malam ini."

Arsene Wenger Mikel Arteta ArsenalGetty/Goal composite

"Kini mereka sedikit mengkhianati model itu. Dengan kembali memasrahkan segalanya ke 'manajer', itu sebuah kesalahan."

"[Kalau masih di Arsenal] saya tak akan membiarkan itu terjadi. Tapi ya sudah, toh sejauh ini berhasil buat mereka."

Neraka Unai Emery di Arsenal

Unai Emery Arsenal Chelsea Europa League Final 2018-19Getty

Sanllehi menambahkan bahwa pemecatan Emery menjadi alasan di balik 'model baru' yang ia terapkan di Arsenal.

Emery ditunjuk sebagai suksesor Wenger di Emirates, tetapi hanya bertahan 18 bulan sebelum dipecat. Dia memang memimpin The Gunners ke final Liga Europa 2019, mendapatkan kesempatan lolos ke Liga Champions, tetapi kesempatan tersebut lenyap setelah dibantai Chelsea 4-1.

Sanllehi prihatin melihat tahun kedua Emery yang bak "neraka", dan menggagas ide pembagian kerja sama dalam hierarki kepengurusan klub.

"Waktu itu krusial untuk Arsenal bisa lolos ke Liga Champions, kami punya pelatih bagus dalam diri Unai, tapi kalah di final melawan Chelsea membuat kami tetap di Liga Europa, dan itu membuat tahun kedua bak neraka buat Unai."

Iklan