Mengenal Rekrutan Baru Arsenal Albert Sambi Lokonga, Si Gelandang Pendribel Ulung

Terakhir diperbarui

Arsenal meresmikan rekrutan anyar kedua mereka di musim panas ini, yakni youngster potensial Anderlecht Albert Sambi Lokonga, dengan mahar £17,3 juta.

Pemuda 21 tahun itu lahir di Belgia, tetapi memiliki garis keturunan Kongo. Dia telah mewakili Belgia dari jenjang tim U-17 hingga U-21 sejauh ini.

Berposisi sebagai pemain tengah, Lokonga lulus dari akademi Anderlecht. Dia mencatatkan debutnya bagi klub top Belgia ini pada usia 18 tahun, 2017 silam.

Setelah momen yang tak terlupakan itu, dalam perjalanannya dia mampu mencatatkan 69 penampilan bagi Anderlecht, dengan mengemas tiga gol. Performanya mengundang decak kagum dari berbagai klub Eropa, namun Arsenal yang beruntung mendapatkannya.

Lokonga berdiri setinggi enam kaki, tegap dan gagah. Tapi dia memiliki kelincahan, gesit ketika merangsek di posisi mana pun di lapangan. Dia dikenal piawai ketika mendribel bola dari lini belakang ke depan. 

Karena skill-nya ini pula yang membuat dia menonjol sebagai pembawa bola progresif yang sangat tangguh di hadapan para lawan.

LOKONGA ANDERLECHT

Di samping itu, Lokonga juga memiliki keterampilan passing yang luar biasa. Jangkauan umpannya terbilang luas, dia bisa menjadi pemain yang tampil lebih ke dalam lalu mengontrol permainan dari jauh ala deep-lying playmaker.

Namun, dia bukannya tanpa kekurangan. Lokonga dinilai kurang dalam sentuhan bola, terkadang tidak konsisten dan larut ketika berada dalam tekanan.

Dia juga tak jarang kehilangan bola. Lokonga juga punya masalah dalam pengambilan keputusan, baik ketika di posisi bertahan atau menyerang di area lawan. Namun, dua celah ini tampaknya bisa ditambal seiring dengan jam terbang dia di masa yang akan datang.

Lokonga mencatatkan 49 operan per 90 menit di musim 2020/21, dengan tingkat keberhasilan mencapai 87.75 persen. Dia membuat 14,67 umpan ke depan dan 7,42 umpan progresif. 

Sang gelandang berbakat juga membuat 3,05 dribel per pertandingan dan memenangkan duel pertahanan lima kali per 90 menit. Statistik ini semua menunjukkan kapabilitasnya dalam duel perebutan bola lalu membawanya ke area depan.

Selain kemampuan dribelnya yang menonjol, skill terbesar lain yang dimilikinya adalah umpan-umpan tak terduganya. Dia bisa melakukan itu di area mana pun di posisi tengah. 

Lokonga lebih banyak bermain sebagai CM atau DM dan mungkin bisa dengan mudah menggantikan peran Granit Xhaka di Emirates Stadium kendati dia bisa dikatakan masih miskin pengalaman.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Memang, dia bisa diplot di posisi mana pun di sektor tengah, tapi segala sesuatunya belum benar-benar teruji, apalagi dia kali ini akan menghadapi kompetisi sekelas Liga Primer Inggris.

Bagaimanapun, setelah konsisten bermain di bawah tiga pelatih berbeda saat berseragam Anderlecht, Lokonga mulai menunjukkan kedewasaan dan tanda-tanda dirinya bisa menjadi gelandang paket komplit.

Pertanyaan berikutnya, apakah Lokonga bisa langsung menembus starting line-up manajer Mikel Arteta musim depan? Belum tentu. Meski demikian, pemuda 21 tahun itu jelas punya potensi besar dan bisa menjadi aset berharga Arsenal seiring berjalannya waktu.