Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Nwaneri KovacIMAGO / STEINSIEK.CH
Diterjemahkan oleh

Argumennya kian menipis: Ethan Nwaneri menjadi korban masalah terbesar Kovac di BVB

Ethan Nwaneri saat ini tidak bisa mengeluhkan kurangnya waktu bermain. Besar kemungkinan pemain Inggris itu akan melampaui jumlah menit bermain yang ia catatkan di klub tempatnya dipinjamkan sebelumnya, Olympique Marseille, saat Borussia Dortmund menghadapi FK Sabah di Liga Champions pada Selasa malam. Ia hanya membutuhkan 17 menit di Azerbaijan untuk menyamai catatan 412 menit bermainnya di Marseille, kali ini hanya dalam delapan pertandingan, bukan sebelas.

Namun, tambahan 62 menit yang didapat pemain berusia 19 tahun itu dalam hasil imbang 0-0 di kandang Union Berlin nyaris tak terjadi. Baru 14 detik pertandingan berjalan, Nwaneri melakukan tekel dari samping terhadap mantan pemain Dortmund, Tom Rothe. Hanya empat detik kemudian, Daniel Schlager menghampirinya dan mengacungkan kartu merah. Namun, wasit itu keliru dan mengubah keputusannya menjadi kartu kuning, sebagaimana mestinya.

Pada dasarnya, itulah kabar terbaik yang diberikan pemain sayap ofensif tersebut kepada BVB pada Sabtu di ibu kota. Sebab, skorsing akibat kartu merah di liga akan menjadi pukulan tambahan, mengingat Konstantinos Karetsas kemudian mengalami cedera dan akan absen cukup lama bagi Borussia.

Di Köpenick, Nwaneri menampilkan performa yang sudah beberapa kali terlihat sejak membela Dortmund: banyak terlibat dalam permainan dan cukup sering menyentuh bola, sesekali tampak berbahaya, tetapi kerap kurang beruntung dalam aksinya, termasuk saat berupaya menyelesaikan peluang. Sejauh ini, statistiknya hanya mencatat satu assist, yakni aksi yang mendahului gol bunuh diri Albian Hajdari dalam kemenangan 3-2 di Hoffenheim pada laga debutnya.

FBL-GER-BUNDESLIGA-DORTMUND-WERDER BREMENGetty Images

Ethan Nwaneri belum mencetak gol untuk BVB

Catatan itu tentu belum cukup bagi seorang pemain ofensif, sebagaimana 14 gol dalam delapan pertandingan Bundesliga dan Liga Champions juga belum cukup bagi BVB. "Saat ini, ia hanya butuh satu momen yang melegakan untuk memecah kebuntuan lewat sebuah gol," kata Lars Ricken pada akhir pekan.

Meski demikian, direktur olahraga Dortmund itu menilai penampilan Nwaneri "sejauh ini bagus" dan berharap langkah penting menuju aksi-aksi yang lebih efektif segera terwujud: "Kami akan membutuhkannya dan karena itu akan memberinya dukungan penuh, terutama sekarang, ketika Karetsas akan kembali absen."

Pandangan Ricken soal perlunya satu momen pemecah kebuntuan punya dasar yang kuat. Pasalnya, Nwaneri, yang mendapat menit bermain terbanyak ketiga di antara para pemain baru, sudah beberapa kali nyaris mencatatkan hasil berbeda. Di Stuttgart, misalnya, ia mencetak gol dari posisi yang sedikit offside. Tendangan saltonya yang masuk ke gawang Bremen didahului peluit yang dibunyikan terlalu cepat untuk pemeriksaan VAR menyusul dugaan pelanggaran Waldemar Anton terhadap Niclas Füllkrug. Dalam pertandingan yang sama, Nwaneri juga menyiapkan peluang emas Maximilian Beier pada babak pertama lewat umpan apik.

imago-sport-1084667742.jpgIMAGO

Ethan Nwaneri juga terdampak permainan menyerang BVB yang mudah ditebak

Dalam penampilan mengecewakan terakhir melawan Bodö/Glimt (0-1), Nwaneri juga menjadi salah satu dari empat pemain pengganti yang membantu Dortmund tampil lebih baik pada setengah jam terakhir. Namun, sundulannya saat berdiri bebas di depan gawang, serta upaya penyelesaiannya seusai sepak pojok menjelang akhir laga, seharusnya bisa membuahkan hasil lebih baik.

Pelatih Niko Kovac menyebut pemain pinjaman dari FC Arsenal itu "sangat bagus secara teknis" ketika berbicara tentang Nwaneri sekitar lima pekan lalu. Penilaian itu tak diragukan lagi tepat. Pemain yang sudah 18 kali membela tim nasional U-21 tersebut memiliki teknik dan kemampuan mengolah bola yang luar biasa. Namun, semua itu tidak banyak berarti jika BVB terus memperlihatkan permainan menyerang yang datar dan mudah ditebak, seperti yang terlalu sering mereka tunjukkan di bawah Kovac.

Di sepertiga akhir lapangan, Borussia masih sering bergantung pada kualitas individu dan aksi perseorangan untuk membongkar blok pertahanan rendah serta lini belakang yang rapat. Pola serangan yang terstruktur, terkoordinasi, dan melibatkan beberapa pemain nyaris tidak terlihat. Jadi, ketika pemain seperti Nwaneri gagal melewati lawannya, serangan pun cepat terhenti.

imago-sport-1084460342.jpgIMAGO

Ethan Nwaneri sejauh ini belum benar-benar meyakinkan di BVB

Situasi ini bukan hanya membebankan tanggung jawab yang terlalu besar kepada para pemain ofensif untuk menentukan keberhasilan sebuah serangan, tetapi juga menyingkap kelemahan mereka karena sebagian besar aksi memiliki peluang berhasil yang sama besarnya dengan peluang gagal. Nwaneri, misalnya, terlalu sering tidak menonjol dalam situasi satu lawan satu, kurang cepat, atau tidak cukup akurat dalam mengumpan.

Seperti halnya Karetsas, Nwaneri juga terlihat lebih nyaman di ruang antara sisi kanan dan tengah lapangan, terutama di area tengah, ketimbang berperan sebagai pemain yang menjaga lebar serangan dekat garis tepi. Sesekali ia bergerak ke area tersebut sesuai situasi, yang sedikit meningkatkan ketegasannya dalam menyerang. Namun, hal itu bertentangan dengan struktur serangan Dortmund yang, terutama di sisi kanan, mengandalkan permainan sayap dan umpan silang.

Apakah Nwaneri mampu menonjol dalam skema tersebut dan mengakhiri paceklik golnya akan semakin jelas menjelang jeda internasional berikutnya pada pertengahan November. Jika ia terus tampil seperti sekarang, alasan untuk mengandalkannya semestinya semakin berkurang, terutama jika mempertimbangkan masa depan Dortmund dan pengembangan pemain muda.

imago-sport-1084666737.jpgIMAGO

Akankah Mathis Albert menjadi ancaman bagi Ethan Nwaneri?

Di Berlin, Kovac untuk pertama kalinya pada musim Bundesliga ini memainkan Mathis Albert yang berusia 17 tahun, selama 20 menit. Berdasarkan pengalaman dengan sang pelatih, langkah itu memang tidak bisa ditafsirkan sebagai sinyal bagi pemain seperti Nwaneri. Namun, dalam 112 menit yang sejauh ini ia jalani di level profesional, Albert telah menunjukkan bahwa keberanian, kemampuan menggiring bola, dan kecepatannya dapat menghadirkan momen-momen yang sering tidak dimiliki Borussia.

"Saya sangat, sangat puas dengannya. Ia akan sangat penting bagi kami dalam beberapa pekan dan bulan ke depan," kata Kovac tentang Nwaneri pada September. Tak diragukan lagi, pelatih asal Kroasia itu akan memberinya kesempatan lagi untuk membuktikan diri dalam waktu dekat. Yang belum jelas adalah kapan prediksi Kovac akan terwujud.

Ethan Nwaneri: Ringkasan karier profesionalnya

Periode

Klub

Pertandingan

Gol

Assist

sejak 2022

FC Arsenal

51

10

2

2026

Olympique Marseille (pinjaman)

11

2

1

2026/2027

Borussia Dortmund (pinjaman)

7

0

1

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google