Ada perubahan mekanisme penjualan tiket yang dilakukan oleh manajemen Arema untuk Liga 1 musim depan. Perubahan ini sudah disosialisasikan manakala Arema menjalani laga uji coba melawan PSIS Semarang di Stadion Gajayana, Malang, 4 Januari lalu.
Arema mengubah sistem penjualan tiket melalui Korwil (Koordinator Wilayah) yang bertebaran di wilayah Malang. Mekanismenya, Arema akan menjual tiket secara online hingga 70 persen. Perubahan itu sekaligus meminimalisir penjualan tiket melalui calo yang selama ini dikeluhkan oleh Aremania.
"Untuk musim depan, kami akan menjual tiket secara online. Ada sponsorship yang mengatur mekanisme penjualan tiket itu seperti apa. Sehingga kini korwil hanya mendapatkan tiket sebanyak 30 persen saja," terang Abdul Haris, ketua panpel Arema.
Menurut Haris, perubahan ini dikarenakan jebloknya penjualan tiket Arema musim lalu. Total selama 17 kali menjalani laga kandang, penonton Arema hanya mencapai 177.355 saja, turun sangat jauh dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Haris juga menyatakan jika lampu Stadion Kanjuruhan yang banyak mendapatkan sorotan sudah dibenahi total. Pembenahan itu membuat daya sinar lampu kini mencapai 2000 lux.
"Selain lampu kami juga terus membenahi sarana di stadion seperti kursi media, ruang ganti, bench, hingga papan skor. Papan skor yang ada kini lebih besar dibandingkan sebelumnya karena disesuaikan dengan AFC," jelasnya.
Fasilitas baru itu akan diperkenalkan saat Arema menjadi tuan rumah Piala Presiden 2018. Meskipun belum mengetahui siapa yang bermain di Malang, Haris mengatakan Arema sudah sangat siap menjadi tuan rumah.
"Persiapan normal karena kami punya pengalaman menggelar pertandingan ataupun menjadi tuan rumah," tegasnya.(gk-48)



