Pelatih Inter Milan Antonio Conte menilai, kekalahan dari Sampdoria tak ubahnya nasib buruk yang sedang menimpa timnya. Lebih lanjut, dia melihat pertandingan ini berjalan cukup aneh.
Nerazzurri tumbang 2-1 dari Il Samp, dengan pertandingan diwarnai kegagalan Alexis Sanchez mengonversi tendangan penalti jadi gol.
Di sisi seberang, Antonio Candreva yang merupakan eks pemain Inter, justru berhasil menjebol gawang La Beneamata lewat tendangan 12 pas. Keita Balde kemudian jadi penentu kemenangan Sampdoria.
Uniknya, Balde juga merupakan bekas personel Inter.
Selepas laga, Conte melihat pertandingan ini terasa berjalan janggal.
"Ini sungguh laga yang aneh. Kami mendapati diri kami gagal menendang penalti, untuk kemudian kebobolan gol secara berurutan," tutur Conte kepada Sky Sport Italia.
"Jelas, itu menghadirkan kesulitan. Akan tetapi tim ini telah bermain bagus dan menciptakan sejumlah kesempatan untuk mencetak gol. Tapi ini adalah laga yang aneh," jelasnya.
"Terkadang, Anda harus mengakui kekalahan. Di situasi lain seperti hari ini, segala sesuatunya tak berjalan sesuai rencana Anda. Kami mungkin bisa mencetak gol dari bola rebound melalui penalti tadi, tapi membentur tiang gawang," keluh Conte.
Conte menyadari, tak mudah bagi pasukannya membalikkan ketertinggalan dua bola menghadapi lawan sekelas Sampdoria.
"Sungguh tak mudah bisa mengejar ketertinggalan 2-0, sekalipun kami berusaha keras sampai menit terakhir pertadningan," tandas mantan pelatih Juventus dan timnas Italia tersebut.




