Manajer Chelsea Thomas Tuchel tak ingin larut lama dalam euforia juara Liga Champions dan kini mengalihkan fokus untuk trofi berikutnya.
Tuchel sendiri baru saja mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions keduanya dalam sejarah klub seusai mengalahkan Manchester City di final yang digelar di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5) dini hari WIB tadi.
Di pertandingan semalam, Chelsea mendapatkan kemenangannya lewat gol semata wayang Kai Havertz dan keberhasilan ini menjadi yang pertama buat Tuchel di kompetisi teratas Eropa, setelah di musim lalu tumbang di final saat PSG arahannya dibekuk Bayern Munich.
Seusai bubaran, Tuchel kepada laman resmi UEFA mengatakan: “Ini adalah pengalaman yang besar dan sebuah kesuksesan yang besar!
“Kita semua akan memetik manfaat dari ini dan akan memanfaatkannya agar tetap merasa lapar, tumbuh dan berkembang. Ini merupakan pencapaian fantastis dan selamat buat semuanya.”
Mengenai final melawan pasukan Pep Guardiola, Tuchel melanjutkan: “Manchester City adalah lawan yang kuat, kami sudah tahu kami butuh performa top, kerja sama yang bagus hari ini, agar memiliki kesempatan memenangkan pertandingan ini dan itulah yang kami lakukan.
“Saya sangat senang untuk berbagi momen ini dengan tim dan semua orang yang bekerja sangat keras di klub.”
Tuchel merupakan pelatih Jerman ketujuh yang memenangkan trofi Si Kuping Lebar, dan menjadi sosok kesembilan yang mengangkat piala bergengsi ini setelah ditunjuk di pertengahan musim.
“Sekarang waktunya untuk berselebrasi selama beberapa hari ke depan dan menikmatinya, biarkan itu larut dan kita renungkan untuk satu atau dua pekan,” lanjutnya. “Kemudian saya ingin memenangkan trofi berikutnya!
“Level-nya telah ditetapkan dan sekali selebrasinya selesai dan kita semua mencerna pengalaman ini, itu adalah saatnya untuk berkembang, untuk menjadi lebih baik. Itu krusial. Ini adalah tantangan besar untuk tetap merasa lapar dan mengejar trofi lainnya.”




