Angel Di Maria Akui Nyaris Berseragam Barcelona Di Musim Panas Lalu

Komentar()
Getty
Ikatan sejarah dengan Madrid bukan menjadi alasan Di Maria gagal berlabuh ke Camp Nou.

OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

“Selamat datang Angel Di Maria di Barcelona!”

Demikian cuitan dari akun Twitter resmi Barcelona pada medio Agustus lalu, ketika bursa transfer musim panas sedang panas-panasnya. Seperti diketahui, cuitan tersebut merupakan ulah dari peretas usil sehingga pengumuman kepindahan Angel Di Maria ke Camp Nou tersebut sudah pasti adalah kabar bohong.

Meski demikian, tweet tersebut sebetulnya bisa benar-benar menjadi kenyataan. Pasalnya, winger Paris Saint-Germain itu mengaku nyaris berseragam Blaugrana pada musim panas lalu. Namun Di Maria menyebut kegagalannya hijrah ke Barcelona bukan karena ia merupakan bekas pemain Real Madrid.

“Saya hampir bergabung dengan Barcelona,” beber Di Maria kepada ESPN. “Sulit untuk bergabung ke klub sebesar itu. Transfer itu tidak selesai. Hidup ini terkadang memberikan kejutan.”

”Peluang saya pindah ke Barcelona tidak dipengaruhi dengan fakta bahwa saya pernah berseragam putih di Real Madrid. Saya pernah mendapat ejekan di Camp Nou, tetapi itu tidak signifikan."

"Kecuali pindah ke Newell’s Old Boys -- karena saya adalah pendukung Rosario Central -- saya bisa bermain di klub mana pun. Dan saya akan selalu bermain maksimal,” jelasnya.

Angel Di Maria Lionel Messi Real Madrid Barcelona 23032014

Setelah memutuskan bertahan di Parc des Princes, Di Maria ternyata tidak selalu tampil starter akibat kehadiran Neymar dan Kylian Mbappe. Kendati kesempatan bermainnya terbatas, ia sudah sanggup mengemas satu gol dan empat assist di musim ini.

Lebih lanjut, pemain internasional Argentina berusia 29 tahun itu menilai jika PSG layak disebut sebagai tim terbaik Eropa saat ini setelah menunjukkan performa meyakinkan di Ligue 1 Prancis dan Liga Champions musim ini.

“PSG bermain dengan sangat baik. Kami memiliki kedalaman skuat yang hebat dan memiliki skuat yang mumpuni untuk memenangi Liga Champions. Tapi terkadang, memiliki banyak pemain hebat tidak selalu bisa memenangi kompetisi itu,” ujarnya.

 

Tutup