LIPUTAN FERDIAN MARALA DARI MAKASSAR
Pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera, mencoba bersikap bijak menanggapi kekalahan timnya dari PSM Makassar pada babak delapan besar Piala Indonesia 2018/19. Dalam laga yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (3/5) itu, Bhayangkara takluk dengan skor 2-0.
Hasil itu membuat Bhayangkara gagal lolos ke babak semi-final, lantaran kalah agregat gol tandang dari PSM. Alfredo pun enggan mengkambinghitamkan wasit atas kekalahan timnya ini.
Memang, dalam pertandingan itu ada beberapa keputusan kontroversial dari wasit Nusur Fadilah, yang sangat merugikan Bhayangkara. Salah satunya, tidak disahkannya gol tendangan bebas Anderson Salles.
"Saya orang yang tidak suka bicara hal-hal seperti itu. Saya bisa memaklumi kesalahan wasit, tapi kalau dia bingung itu gol atau tidak gol (gol dari tendangan bebas Salles), seharusnya saat dia berlari ke hakim garis permainan harus dihentikan dulu. Tapi permainan tetap jalan sehingga gol mereka (PSM) terjadi," ucap Alfredo, dalam jumpa pers setelah laga.
"Namun saya tidak mau berpikir negatif. Memang keputusan ini merugikan, tapi walaupun kami banyak bicara, skor tidak akan berubah," jelas pelatih asal Argentina itu.
Di samping itu, Alfredo menuturkan sebenarnya timnya sudah tampil baik dan mampu mengontrol pertandingan pada babak pertama. Namun sayangnya, peluang yang dimiliki gagal berbuah gol. Namun kondisi terbalik terjadi pada babak kedua.
"Babak kedua kami kehilangan sedikit kontrol waktu PSM cetak gol kedua. Di situ kami berusaha, tapi permainan sudah berantakan," jelas mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Sementara itu, striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo Epandi, memberikan ucapan selamat kepada PSM, yang berhasil lolos ke babak semi-final.
"Di pertandingan ini tensinya sangat tinggi, namanya sepakbola masing masing mau menang," singkatnya.(gk-73)
Goal Indonesia




