Stefano Sensi kerap kali dikomparasi dengan legenda hidup Barcelona dan Spanyol Xavi karena dianggap punya gaya bermain serupa.
Namun, ketimbang Xavi, gelandang kreatif Inter Milan itu lebih memiliki karakteristik Andres Iniesta, legenda besar Los Blaugrana lainnya. Setidaknya, begitu penilaian pelatih Sassuolo Roberto de Zerbi.
Sensi bergabung dengan Nerazzurri dari Sassuolo pada 2019 silam dengan kesepakatan transfer senilai €20 juta. Sejak saat itu, Sensi jadi salah satu pemain yang cukup diandalkan di lini tengah Inter.
"Malah, lebih dari Xavi, dia mengingatkan saya pada Andres Iniesta. Saya kira, dia memiliki karakteristik yang sama dengannya," tutur De Zerbi kepada Bobo TV.
Sayangnya, cedera membuat proses perkembangan Sensi di Inter jadi terhambat. Sejak mengenakan seragam Inter dua tahun lalu, Sensi baru mencatatkan 32 penampilan.
Akan tetapi, de Zerby dapat memastikan, mantan anak didiknya tersebut adalah tipe pemain yang selalu berusaha menembus batas dirinya dan menjaga kualitas.
"Stefano adalah pemain yang saya cintai. Ketika dia gabung Sassuolo, saya menilai dia adalah seorang pengatur permainan," lanjutnya.
"Dia bermain sebagai mezzala di musim pertamanya di Sassuolo karena Boateng saat itu penyerang tengah dan dia bukanlah sosok yang berlari ke ruang terbuka," jelas De Zerbi.
"Sensi punya banyak kualitas, namun dia mengalami serangkaian cedera selama dua tahun terakhir. Pemain ini adalah pekerja keras dan tidak punya batas. Hanya cedera yang menghalanginya," tandas sang juru taktik.
Minggu akhir pekan ini, Inter akan kembali beraksi di lanjutan Serie A Italia dengan melawat ke rumah Bologna. Pasukan Antonio Conte sendiri masih kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin dari rival terdekat AC Milan.
