Pelatih Juventus Andrea Pirlo menilai pagar betis timnya lengah sehingga kecolongan gol tendangan bebas yang dilepaskan Sergio Oliviera di babak tambahan waktu.
Seperti diketahui, Porto berhasil memastikan satu tempat di babak perempat-final Liga Champions setelah secara dramatis menyingkirkan Juventus. The Dragons mengantongi keunggulan gol tandang setelah menyudahi laga dengan skor 3-2 (4-4) hingga babak perpanjangan waktu saat bentrok di Allianz Stadium, Rabu (10/3) dini hari WIB tadi.
Di pertandingan semalam, anak asuh Sergio Conceicao mencetak gol lebih dulu melalui tendangan penalti Oliveira. Namun Federico Chiesa mengemas dua gol yang membuat laga berlanjut ke babak perpanjangan. Perjuangan Porto semakin berat setelah Mehdi Taremi diganjar kartu merah.
Namun secara mengejutkan tim tamu mendapat gol tandang yang penting saat tendangan bebas Oliveira gagal diantisipasi Wojciech Szczesny di menit ke-115. Dan 104 detik setelahnya, Adrien Rabiot mencetak gol balasan, tapi keunggulan agregat untuk Porto bertahan sampai akhir pertandingan.
Opta mencatat tidak ada pemain Porto yang mencetak gol lebih banyak dari titik putih di ajang Liga Champions ketimbang Oliveira (3). Ia juga menjadi pemain Porto pertama yang mencetak gol lewat tendangan bebas langsung sejak Casemiro melakukannya melawan FC Basel pada Maret 2015.
Soal gol perekik itu, Pirlo kepada Sky Sport Italia mengatakan: “Kami memilih sejumlah pemain untuk menjadi pagar betis. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya di mana mereka justru berputar, mungkin mereka merasa jaraknya terlalu jauh sehingga tidak merasa terancam. Itu adalah sebuah kesalahan. Itu biasanya tidak terjadi. Para pemain tidak merasa itu sebagai situasi berbahaya dan kami kebobolan gol.”
Menanggapi ketersingkiran yang ia rasakan dari Liga Champions sebagai pelatih, Pirlo melanjutkan: “Hal-hal seperti ini terjadi dalam kehidupan seorang pelatih. Ini yang pertama buat saya, ini buruk, namun kami harus menggulung lengan, karena ini baru Maret dan kami punya sederet pemain muda yang tumbuh setiap pertandingan dan sudah berupaya.
“Saya tidak merasa kami bisa mengeluh soal para pemain atau meminta lebih, karena mereka sudah mengerahkan segalanya hari ini dan itu bisa saja terjadi di mana para pemain mungkin mengalami malam yang tidak beruntung.”




