Klub Prancis, Lille, mulai bergerak untuk mengantisipasi kepergian pemain Maroko Ayoub Bouaddi yang tinggal menunggu waktu menuju Manchester City, setelah gelandang tersebut mendekati kepindahan ke klub Inggris itu dalam transfer besar. Namun, upaya Lille untuk mendapatkan jasa talenta Real Madrid, Thiago Pitarch, terbentur penolakan tegas dari klub Spanyol tersebut.
Menurut laporan surat kabar "The Athletic", Lille bergerak untuk merekrut Pitarch dengan memanfaatkan hubungan kuat yang mengikat pelatihnya, Davide Ancelotti, dengan Real Madrid, setelah sebelumnya ia bekerja selama bertahun-tahun di dalam klub Spanyol itu bersama ayahnya, Carlo Ancelotti. Akan tetapi, hubungan tersebut tidak cukup untuk meyakinkan manajemen Los Blancos agar melepas gelandang muda itu.
Lille tengah mencari pengganti yang sesuai untuk Bouaddi, yang diperkirakan akan bergabung dengan Manchester City dengan nilai sekitar 95 juta euro, ditambah 5 juta euro lainnya sebagai bonus, dengan kontrak yang berdurasi hingga tahun 2031. Hal ini mendorong klub Prancis tersebut untuk menempatkan sejumlah nama di atas meja guna menggantikan kepergian talenta Maroko mereka.
Pitarch, yang berusia 19 tahun, merupakan salah satu nama yang menjadi andalan besar Real Madrid untuk masa depan, setelah pemain Spanyol itu berhasil secara bertahap membuktikan diri dalam skema tim utama sepanjang musim lalu. Hal inilah yang membuat klub menolak tawaran yang diajukan Lille dan tetap mempertahankan sang pemain di dalam skuad mereka.
Pitarch baru saja menandatangani kontrak baru dan lebih baik dengan Real Madrid. Ia juga mengukir sejarah klub setelah menjadi, pada usia 18 tahun dan 247 hari, pemain termuda dalam sejarah tim yang tampil di perempat final Liga Champions Eropa. Hingga kini ia telah mengoleksi 16 pertandingan bersama tim utama, dengan menciptakan dua asis.
Pemain muda itu juga memperkuat statusnya setelah meraih gelar Kejuaraan Eropa U-19 bersama timnas Spanyol, sekaligus kembali menegaskan bahwa dirinya adalah salah satu talenta paling menonjol yang menjadi harapan besar Real Madrid pada tahun-tahun mendatang.
Sikap Real Madrid mempertahankan Pitarch muncul di saat klub terus mencari solusi di lini tengah, terutama setelah gagalnya transfer perekrutan Rodri, mengingat Los Blancos hingga kini belum berhasil mendatangkan pemain baru untuk menutupi kekurangan di posisi tersebut.





