Julian Alvarez, penyerang Atletico Madrid, mengakhiri hubungannya dengan agennya, Fernando Hidalgo, yang telah bekerja bersamanya selama hampir satu dekade penuh.
Surat kabar Sport mengutip pernyataan pakar bursa transfer Ruben Uria melalui akunnya di platform X, bahwa Alvarez telah mengakhiri hubungan profesionalnya dengan Hidalgo, setelah sang pemain merasa kecewa dengan cara masa depannya ditangani pada musim panas 2026.
Mimpi Alvarez untuk bermain di Barcelona tidak terwujud, dan hal ini mendorong sang pemain untuk mengarahkan tanggung jawab secara langsung kepada mantan agennya, Fernando Hidalgo.
Kabar ini disambut dengan kelegaan di internal Atletico Madrid, yang sepanjang musim panas menunjukkan ketidakpuasannya terhadap apa yang mereka anggap sebagai nasihat yang buruk kepada sang pemain terkait pengelolaan masa depannya. Bahkan CEO Gil Marin membebankan tanggung jawab secara langsung kepada lingkungan sang pemain, dengan mengatakan "Ada orang-orang yang berupaya menyesatkan dan menipunya".
Saat ini Alvarez tidak terikat dengan agen mana pun. Namun demikian, tidak akan memakan waktu lama baginya untuk menemukan pengganti, karena Julian dan anggota keluarganya menerima banyak tawaran dari pihak-pihak yang ingin mengambil tugas untuk mewakilinya.
Julian Alvarez terikat kontrak dengan Atletico Madrid yang berlaku hingga Juni 2030, sehingga masa depannya untuk saat ini sudah pasti.
Sebagaimana diungkapkan Ruben Uria, tujuan utama Julian Alvarez adalah mengembalikan level terbaiknya di atas lapangan Stadion Metropolitano.



