Alasan Maurizio Sarri Ogah Lihat Penalti Terakhir Chelsea

Komentar()
Catherine Ivill
Pria asal Italia tersebut juga tidak terkejut dengan kesuksesan tim-tim Inggris di kompetisi Eropa musim ini.


PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA

Manajer Chelsea Maurizio Sarri mengaku tidak mampu untuk menyaksikan saat-saat terakhir babak adu penalti Chelsea kontra Eintracht Frankfurt di semi-final leg kedua Liga Europa, Jumat (10/5) dini hari WIB.

Kepa Arrizabalaga menjadi pahlawan The Blues seusai menahan tendangan penalti Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia. Sementara itu, Eden Hazard mencetak penalti penentu yang mengantarkan mereka untuk bertemu Arsenal di final.

Namun, ada kejadian menarik dari bangku pemain cadangan Chelsea di mana Sarri terlihat "tidak tahan " untuk melihat dua penalti terakhir tersebut.

“Tidak, saya tidak mau menderita,” ujar pelatih 60 tahun tersebut kepada wartawan usai pertandingan.

Kemenangan Chelsea memastikan semua tim yang berlaga di final Liga Champions dan Liga Europa musim ini berasal dari Inggris. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah keempat tempat tersebut diisi oleh perwakilan dari satu negara.

Sarri tidak terkejut melihat tim-tim Liga Primer mampu tampil sangat baik di Eropa musim ini. Meskipun dia yakin jadwal yang melelahkan di Inggris membuat pemain sulit mencapai puncak performa di akhir musim.

Maurizio Sarri, Chelsea

“Di sini [Inggris] levelnya sangat tinggi. Sangat tinggi,” tambahnya. “Bayangkan, untuk mencapai final Piala Liga kami harus bermain melawan Liverpool dan Tottenham -- dua finalis Liga Champions -- kemudian kami bermain melawan tim terbaik Eropa di final, Manchester City."

“Saat ini, Liga Primer merupakan kompetisi terbaik di Eropa, dan di dunia. Tidak mudah bagi tim Inggris untuk tiba di bulan lalu dalam kondisi yang sangat baik, secara fisik, karena di sini kami bermain lebih banyak daripada di negara-negara lain.

“Kami baru saja memainkan pertandingan ke-61 hari ini. Di Italia Anda bisa bermain 50 atau 52 pertandingan [dalam semusim], tapi itu perbedaan yang besar. Perbedaan sepuluh pertandingan merupakan perbedaan besar.”

Laga final Liga Europa antara Chelsea dan Arsenal akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, pada Rabu (29/5).

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Apakah Tendangan Penjuru Trent Alexander-Arnold Sah?
2. Aaron Ramsey Perkuat Juventus Karena Terpaksa
3. Kegagalan Terbesar Abad Ini! Barcelona Luluh Lantak Di Anfield
4. Zinedine Zidane Minta Tiga Pemain Ini Untuk Hengkang
5. Parade Comeback Epik Di Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Liga Europa 2018/19

Tutup