Penampilan pucat yang ditunjukkan bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, dalam laga melawan Al Ittihad pada Sabtu kembali membuka pintu perdebatan dan polemik seputar pengaruh sang legenda Portugal terhadap performa tim.
Al Nassr menelan kekalahan pertamanya di musim berjalan 2026-27 Liga Roshn Saudi untuk profesional, dari Al Ittihad dengan skor 2-1.
Jurnalis olahraga Saudi, Abdulkarim Al Zamil, menyampaikan pandangannya tentang cara penggunaan Cristiano Ronaldo di Al Nassr, dengan menilai bahwa tim secara praktis bermain dengan sepuluh pemain ketika penyerang Portugal itu berada di lapangan.
Al Zamil menulis melalui akunnya di platform "X": "Al Nassr dengan kehadiran Ronaldo bermain dalam kondisi kurang, meski ia mencetak gol; ini fakta yang diabaikan sebagian orang."
Ia menyoroti perbedaan tujuan antara pemain dan klub, dengan menjelaskan: "Tujuan Al Nassr adalah gelar, sementara Ronaldo mengejar gol ke-1.000."
Al Zamil berpendapat bahwa solusinya tidak harus berupa mencoret Ronaldo, melainkan mengatur porsi keikutsertaannya, dengan mengusulkan agar ia dimanfaatkan lebih banyak selama babak kedua. Ia menambahkan: "Mengatur porsi keikutsertaannya di babak kedua akan menguntungkan dirinya dan tim!"
Poin Al Nassr terhenti di angka 12 pada posisi kedua, sementara kekalahan "Al Alami" memastikan Al Hilal menempati puncak klasemen, sedangkan Al Ittihad kini berada di peringkat keempat dengan 11 poin.






