Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menilai anak asuhnya terpengaruh aksi mogok pemain Mitra Kukar, sehingga mereka menelan kekalahan 2-1 di Stadion Aji Imbut, Sabtu (16/7) malam WIB.
Pertandingan antara Mitra Kukar dan Persib sempat terhenti di menit ke-88, karena pemain tuan rumah melakukan protes terhadap wasit yang memberikan hadiah penalti utuk tim tamu. Mitra Kukar menilai Shohei Matsunaga melakukan aksi diving di kotak terlarang.
SIMAK JUGA: Djanur Mundur Dari Persib
“Saya menjauh, menghindar dari kerumunan itu. Saya tidak tahu apa yang diproteskan. Mungkin ada ketidakpuasan dari tim, terutama dari coach Jafri [Sastra, pelatih Mitra Kukar] atas keputusan yang diambil wasit,” ujar Djanur, sapaan Djadjang.
“Berlarut-larutnya kejadian itu memengaruhi konsentrasi pemain kami. Mereka sebetulnya berhasil memengaruhi kami, sehingga kami tidak bisa mencetak gol. Sebetulnya [hasil] pertandingan ini bisa diselamatkan kalau tendangan penalti masuk, jadi bisa mengambil satu poin.”
Selain itu, lanjut Djanur, juga menganggap kelelahan pemain menjadi faktor kekalahan Maung Bandung. Kendati demikian, Djanur tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya.
SIMAK JUGA: Diwarnai Aksi Mogok, Mitra Kukar Bekap Persib
“Kami memang lagi seperti ini, sulit meraih poin di luar kandang. Bahkan di kandang pun seperti itu. Tapi anak-anak sudah berjuang dengan kondisi yang ada,” ucap Djanur.
“Kalau bicara kelelahan, kami sama-sama kelelahan. Mungkin tuan rumah agak berbeda sedikit. Tapi saya melihat faktor itu, sehingga ritme dan determinasi pemain kami tidak berada pada level sebenarnya.” (gk-63)




