Gelandang Manchester City asal Spanyol, Rodri, telah memastikan masa depannya setelah agennya mengungkap bahwa sang pemain memilih hijrah ke Barcelona, mengutamakan klub Catalan itu ketimbang rival mereka Real Madrid, yang selama beberapa pekan terakhir menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan jasanya.
Rodri, yang berusia 30 tahun, terlibat dalam negosiasi dengan Real Madrid selama beberapa pekan, setelah pada Maret lalu ia menyatakan keinginannya untuk pindah ke Stadion "Santiago Bernabeu", sebelum situasinya berubah secara tiba-tiba menyusul masuknya Barcelona dengan kuat dalam perburuan transfer tersebut.
Menurut sejumlah laporan, Rodri berbicara dengan pelatih Barcelona Hansi Flick, bersama direktur olahraga Deco, di mana kedua sosok itu berhasil meyakinkannya dengan proyek olahraga klub Catalan tersebut, sebelum akhirnya sang pemain mencapai kesepakatan mengenai persyaratan pribadi dengan Barcelona pada hari Kamis.
Agen Rodri Mengakhiri Perdebatan
Pablo Barquero, agen Rodri, mengungkap rincian keputusan itu dalam sebuah wawancara dengan radio "Cadena SER", menegaskan bahwa sang pemain telah memberi tahu Real Madrid tentang pilihannya untuk pindah ke Barcelona.
Barquero mengatakan seperti dikutip surat kabar Inggris "Mirror": "Demi menghormati Real Madrid, karena mereka sangat profesional, Rodri memberi tahu mereka bahwa keputusannya adalah bergabung dengan Barcelona."
Real Madrid sempat memberikan tawaran yang menggiurkan kepada Rodri, menurut agennya, namun pemain Manchester City itu memutuskan pilihannya untuk Barcelona, dalam perubahan mendadak arah transaksi tersebut setelah sebelumnya klub Ibu Kota itu menjadi yang terdekat untuk merekrutnya.
Barcelona Bergerak untuk Menutupi Absennya De Jong
Pergerakan Barcelona untuk merekrut Rodri datang di tengah kebutuhan tim akan penguatan lini tengah, terutama setelah cedera Frenkie de Jong yang akan menjauhkannya dari lapangan selama beberapa bulan.
Klub Catalan itu menilai bahwa Rodri merupakan pilihan ideal untuk menutupi absennya De Jong, terlebih setelah ia melewati masalah fisiknya dan memulihkan levelnya, sebelum memainkan peran menonjol dalam keberhasilan Spanyol meraih Piala Dunia bulan lalu.
Rodri juga memperoleh penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut, setelah tampil dengan level istimewa bersama timnas Spanyol yang dipimpin Luis de la Fuente.
Manchester City Berpegang pada Harapan
Meski dengan perkembangan terbaru ini, Manchester City belum kehilangan harapan untuk mempertahankan Rodri, terutama karena sang pemain telah memasuki tahun terakhir kontraknya saat ini bersama klub.
Manajemen City menyadari betul keinginan sang pemain untuk kembali ke Spanyol, di saat pelatih Enzo Maresca berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan salah satu elemen terpenting tim.
Maresca mengatakan awal pekan ini: "Sangat penting baginya untuk bersama kami. Setiap pelatih di dunia menginginkan Rodri karena ia adalah pemain kelas atas, dan karena itu kehadirannya penting bagi saya, bagi klub, dan bagi semua orang."
Namun tugas Manchester City tampak sulit di tengah keinginan sang pemain yang jelas untuk kembali ke Liga Spanyol, di samping pergerakan serius dari Barcelona untuk merampungkan transaksi tersebut.
Klub Catalan itu memiliki ruang yang lebih besar dalam batas gaji setelah kepergian Robert Lewandowski, dan tampaknya siap menyediakan dana yang diperlukan untuk meyakinkan Manchester City membuka pintu negosiasi, setelah sebelumnya sempat mengajukan sekitar 100 juta pound sterling kepada Atletico Madrid untuk merekrut pemain Argentina Julian Alvarez pada Juni lalu.
Perjalanan Gemilang Rodri Bersama Manchester City
Rodri menghabiskan 7 tahun dengan seragam Manchester City, di mana selama itu ia meraih 4 gelar Liga Primer Inggris, dan sekali Liga Champions Eropa, di samping dua gelar Piala FA Inggris.
Pemain Spanyol itu juga meraih penghargaan Bola Emas tahun 2024, setelah perannya yang menonjol dalam membawa timnas negaranya memenangi turnamen Eropa pada tahun yang sama.
Jika ia benar-benar pergi, Rodri akan menjadi salah satu nama paling menonjol yang meninggalkan Manchester City pada musim panas yang menyaksikan perubahan besar di skuad tim.

