Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Ferry Indrasjarief - The JakmaniaMuhammad Ridwan

Ada 'Sweeping', Ketua Umum The Jakmania Minta Maaf


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI SOLOIkuti di twitter


Ketua umum kelompok suporter Persija Jakarta The Jakmania, Ferry Indrasjarief menyesalkan adanya aksi sweeping yang dilakukan fans Macan Kemayoran saat pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Manahan Solo kemarin.

Aksi ini salah satunya terjadi di tribun utara. Dua orang warga Solo yang menonton pertandingan dengan baju bebas terkena sweeping salah sasaran. Mereka berdua pun harus dilindungi pihak kepolisian setelah wajahnya menderita memar dan kepala berdarah.

Ferry menyesalkan masih ada sweeping yang dilakukan Jakmania terhadap suporter Persib. Menurut Ferry, hakekatnya suporter harus menikmati pertandingan.

“Saya harus minta maaf kepada yang bersangkutan. Semoga ini menjadi pelajaran, karena dalam pertandingan dengan rivalitas tinggi harusnya jangan menggunakan atribut milik lawan,” ujar Ferry.

“Saya harus minta maaf kepada Pasoepati dan masyarakat Solo, karena ada korban dari mereka. tetapi dibandingkan tahun lalu tahun ini sudah banyak yang berkurang.”

Sementara korban aksi sweeping asal Sukoharjo, Achmad Habibie, dengan terbata-bata mengatakan, ia hanya ingin menonton pertandingan tersebut, mengingat dua tim papan atas Indonesia sedang bertarung.

“Awalnya tadi ada suporter Persija yang mendekat. Dia tanya ke saya waktu saya mainkan HP [telepon seluler]. Saya jawab, kemudian dia memanggil temannya. Cepat sekali, kemudian ada yang mukul saya,” jelas mahasiswa Universitas 11 Maret itu kepada Goal Indonesia.

“Saya tidak punya baju Persib atau Persija, karena saya suporter sepakbola di Solo. Ini masih sakit semua, namun saya tidak menyesal menonton pertandingan ini.”

Achmad menambahkan, dia merasa perlu berhati-hati saat menyaksikan laga seperti ini di masa mendatang. Achmad bukan orang pertama yang menjadi korban salah sasaran di Solo, karena pada Indonesia Soccer Champinship (ISC) A tahun lalu juga pernah kejadian.

“Saya hanya mengkhawatirkan adik saya saja. Saya tidak masalah kehilangan HP [telepon selular], dan kepala berdarah, namun saya harus memastikan adik saya selamat lebih dulu,” terangnya. (gk-48)

Footer Goal Indonesia Instagram

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google