Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Gatot S. Dewa Broto, Menpora Imam Nahrawi & Ketua Umum PSSI Edy RahmayadiGoal/Muhammad Ridwan

Ada Suporter Meninggal Lagi, Kemenpora Bersiap Evaluasi PSSI


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ikut berduka dengan meninggalnya seorang suporter dari The Jakmania, kelompok suporter Persija, yang bernama Rizal Yanwar Saputra. Anggota The Jakmania dari wilayah Cikarang itu diketahui meninggal setelah menyaksikan laga antara Bhayangkara FC kontra Persija di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (12/11) lalu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Rizal meninggal dengan luka di sekujur badannya. Kasus ini pun sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian.

Kemenpora pun mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Apalagi, ini bukan pertama kalinya suporter meninggal dunia pada penyelenggaraan Liga 1 musim ini.

Maka itu, Kemenpora bersiap untuk melakukan evaluasi terhadap PSSI. Surat resmi pun telah dilayangkan Menpora RI, Imam Nahrawi, kepada PSSI tertanggal 11 November 2017.   

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Menpora dalam suratnya tersebut. Salah satunya adalah, meminta PSSI untuk segera menyampaikan laporan penyelenggaraan kompetisi musim ini.

Pertandingan berikutnya

"Kami tunggu sampai pekan ini (laporan dari PSSI), sehingga hari, Senin (20/11), dapat dipelajari Pak Menteri dan jajarannya," ucap Gatot S. Dewa Broto, sekretaris Kemenpora kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (14/11) petang.

Lebih lanjut, Gatot belum bisa memastikan apakah setelah mempelajari laporan tersebut bakal memanggil langsung PSSI atau tidak. Menurutnya, itu tergantung dari isi laporan PSSI nanti.

Namun dia memastikan, kali ini Kemenpora tak akan lagi mengambil sikap untuk membekukan PSSI, seperti yang pernah dilakukan pada 17 April 2015.

"PSSI dibekukan kali ini tak akan menyelesaikan masalah. Kami menimbang masih ada cara lain untuk berikan terapi ke PSSI, karena harapan publik sangat tinggi saat ini. Apalagi terhadap timnas Indonesia. Sayang, kalau ini dicederai dengan hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google