Zlatan Ibrahimovic kembali berseteru dengan LeBron James karena pandangan keduanya yang berbeda mengenai sikap seorang atlet di luar lapangan.
Ibrahimovic dan LeBron memiliki pandangan yang berbeda soal aktivitas seorang atlet diluar dunia olahraga.
Penyerang asal Swedia tersebut pernah berpendapat soal terlalu vokalnya LeBron di dalam dunia politi. Menurutnya, seorang atlet hanya perlu menjadi atlet saja dan tidak perlu mengurusi hal selain bidangnya di saat yang bersamaan.
“Saya menyukai LeBron James. Dia itu fenomenal, tetapi saya tidak suka ketika orang dengan status tertentu membicarakan soal politik. Lakukan saja hal-hal yang dia bisa,” ungkap Zlatan dilansir dari ESPN.
“Saya bermain bola karena sepak bola adalah keahlian saya. Saya bukan politikus. Jika saya ingin berkomentar tentang dunia politik, saya akan terjun ke dunia politik dan menjadi politikus.”
“Itu adalah kesalahan pertama yang dibuat orang ketika mereka menjadi terkenal dan mereka mencapai status tertentu. Jangan ikut campur. Lakukan saja apa yang Anda lakukan dengan baik karena itu tidak terlihat bagus.”
LeBron memang seorang pebasket yang sangat vokal terhadap dunia politik dan rasisme di Amerika Serikat. Dia merasa memiliki hak untuk menyuarakan apa yang seharusnya dilawan, termasuk memerangi diskriminasi ras. Bahkan mantan pemain Miami Heat tersebut juga pernah mengkritik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Saya akan menggunakan suara saya untuk terus menyoroti semua hal yang sedang terjadi di negara dan dunia ini. Tidak mungkin saya cuma berkutat di olahraga saja, karena saya paham betapa kuatnya pendukung dan suara saya,” kata LeBron dilansir dari ESPN.
“Dia (Ibrahimovic) adalah orang yang sama dan mengatakan itu ketika dia kembali ke Swedia. Dia dulu merasakan hal serupa, karena nama belakangnya bukan nama yang identik dengan negara tersebut. Zlatan merasakan ada semacam rasisme yang terjadi saat itu.”
“Saya berbicara dengan pikiran terbuka, jadi saya termasuk orang yang salah karena saya mengerjakan pekerjaan saya.”
Cekcok keduanya tidak hanya berhenti sampai disitu.
Ibrahimovic kembali berkomentar dan tetap bersikeras bahwa seorang atlet harus berbicara tentang olahraga saja, bukan yang lainnya.
“Rasisme dan politik adalah hal yang berbeda. Atlet mempersatukan dunia, politik membaginya,” ujar Zlatan dilansir dari Marca.
“Semua orang disambut di lingkungan kami, tidak peduli dari mana Anda berasal dan kami melakukan segalanya untuk menyatukan semua orang. Peran kami adalah mempersatukan dunia dengan melakukan apa yang kami lakukan dengan cara terbaik.”
“Kami tidak melakukan hal-hal lain karena kami kurang layak. Kalau tidak, saya akan berada dalam politik. Pesan saya, atlet harus tetap menjadi atlet dan politisi harus menjadi politisi.”


