Rizky Ridho Ortus EightOrtus Eight

Rahasia Rizky RIdho Tampil Cemerlang di Timnas Indonesia & Persebaya Surabaya

Di balik kesuksesan sebuah tim, pasti ada satu atau dua orang pemain yang berstatus sebagai “the unsung hero” alias pahlawan tanpa tanda jasa. Ia jauh dari sorotan, tapi sebetulnya memiliki peran sangat krusial.

Di timnas senior Indonesia, yang baru saja lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 2007, status itu layak diberikan kepada Rizky Ridho Ramadhani.

Bek kelahiran Surabaya ini tampil prima di babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 melawan tuan rumah Kuwait, Yordania, dan Nepal. Selalu tampil 90 menit di tiga laga tersebut, peran Rizky Ridho begitu krusial di lini belakang Tim Merah Putih.

Meski hanya memiliki tinggi 183 cm – postur kecil untuk ukuran bek – kehadiran Rizky Ridho terbukti mampu meredam para penyerang lawan sehingga pasukan Shin Tae-yong hanya kebobolan dua gol saja di Kuwait.

Sebelumnya, Rizky Ridho juga menjadi pilar Indonesia saat finis sebagai runner-up di Piala AFF 2020 dan menyabet perunggu di SEA Games 2021. Adapun di level klub, sang bek sentral menjadi langganan starter Persebaya Surabaya di Liga 1 2021/22.

Dengan usianya yang masih menginjak 20 tahun, Rizky Ridho diprediksi bakal jadi tulang punggung timnas Indonesia di masa mendatang. Potensinya untuk berkembang pun masih terbuka lebar.

Performa apik Rizky Ridho dalam satu tahun terakhir ini bukan hanya bersumber dari determinasi tingginya, tapi juga karena sepatu yang dikenakannya.

Sejak gelaran Piala AFF 2020, tampilan Rizky Ridho di atas lapangan terlihat lebih memikat berkat produk sepatu rilisan terbaru dari Ortuseight, yakni Catalyst Meister.

Rizky Ridho Ortus EightOrtus Eight

Dilansir dari rilis pers Ortuseight, ini adalah seri sepatu Ortuseight pertama yang memakai kulit kanguru sepenuhnya. Dalam seri sepatu Ortuseight sebelumnya, kulit kanguru hanya ditempatkan di beberapa titik saja.

Ridho pun mengaku terkesan dengan Catalyst Meister yang menurutnya sangat ringan, empuk, dan tidak licin. "Semua pemain bola mungkin bisa mencoba dan merasakan bedanya seperti yang saya rasakan," katanya.

"Sebelumnya, sepatu lain butuh penyesuaian normal seperti sepatu-sepatu baru pada umumnya. Kalau yang ini langsung saya pakai tidak masalah," tambah Rizky Ridho.

Selain terbukti memberikan efek positif pada performa Rizky Ridho, Catalyst Meister juga dibekali teknologi terkini hingga detail kecil yang menarik seperti teks berbahasa Latin “Hoe Non Pereo Habebo Fortior Me” (What does not kill us will make us stronger).

Teknologi QuickFit dan Ort-Knit di dalam sepatu Catalyst Meister memberikan kenyamanan tanpa kompromi. QuickFit adalah material superlembut yang bisa mengikuti kontur kaki, sementara Ort-Knit adalah material rajut yang memberikan kelenturan dan sirkulasi udara sehingga kenyamanan tetap terjaga.

Catalyst Meister juga dipersenjatai Ort-Trex yang menghadirkan traksi maksimal di bagian pul, Ort-Spine yang memberikan kekuatan sekaligus fleksibiltas di bagian outsole, dan Ort-Shox yang supernyaman di bagian insole.

Namun, hal yang jadi unggulan utama dari Catalyst Meister adalah material K-Lea alias kulit kanguru yang menyelimuti seluruh permukaan depan sepatu ini. Dikenal sebagai material lebih kuat dan lebih elastis dari kulit sapi, sepatu dengan material kulit kanguru kerap jadi pilihan utama pesepakbola top seperti Rizky Ridho.

Kulit kanguru bukan hanya memberikan keyamanan saat bertanding, tapi juga membuat energi saat menendang atau mengontrol bola bisa terdistribusi secara merata sehingga menghasilkan sensasi yang berbeda dari sepatu berbahan sintetis.

Catalyst Meister memakai material K-Lea yang tersertifikasi dan diproduksi secara terbatas, yakni 888 pasang. Ortuseight membanderol Catalyst Meister senilai Rp1,2 juta dan telah tersedia di Official Store Ortuseight dan Official Distribution Channel Ortuseight di seluruh kota di Indonesia.

Iklan
0