Kejuaran Eropa (Euro 2021) merupakan kompetisi antarnegara untuk membuktikan tim nasional mana yang terkuat di benua biru.
Namun, selain sebagai ajang pembuktian, kompetisi empat tahunan tersebut juga menjadi panggung bagi para wonderkid dari masing-masing negara untuk menunjukkan kualitasnya. Meskipun masih belia, performa mereka di klub patut diacungi jempol dan diperhitungkan.
Saat ini, seluruh negara yang berpartisipasi di Euro 2020 telah memanggil sejumlah pemainnya untuk jeda internasional.
GOAL Indonesia mencoba memilih para youngster yang disinyalir bakal menjalani debutnya di timnas dalam waktu dekat serta akan menjadikan gelaran Euro 2021 menjadi arena mereka untuk menunjukkan aksinya.
Pedri (Spanyol – FC Barcelona)
Pedri bergabung dengan Barcelona dari Las Palmas pada September 2019 silam dengan biaya €5 juta.
Dengan usianya yang masih 18 tahun, Pedri telah mencatatkan total 42 penampilan bersama Blaugrana di semua kompetisi musim ini dengan mencetak tiga gol dan enam assist. Gelandang tersebut telah dipercaya oleh manajer Barca Ronald Koeman untuk bermain di setiap laga yang dihadapi klubnya.
Getty ImagesBahkan pemain yang berada di urutan keempat daftar 50 Wonderkid terbaik 2021 menurut NXGN itu hanya melewatkan satu laga saja di semua kompetisi musim 2020/21, yakni pada Desember tahun lalu ketika Barca melawan Ferencvaros di fase grup Liga Champions.
Pelatih timnas Spanyol Luis Enrique memasukkan namanya ke dalam skuad Spanyol untuk melakoni jeda internasional, membuat Pedri memiliki peluang untuk menjalani debutnya di timnas senior dalam waktu dekat.
Florian Wirtz ( Jerman – Bayer Leverkusen)
Florian Wirtz menjadi bintang baru di Bayer Leverkusen setelah memecahkan rekor Kai Havertz sebagai pemain termuda klub yang melakoni debutnya di tim senior pada musim 2019/20.
Di musim ini, ia telah menorehkan 31 penampilan di semua kompetisi bersama Leverkusen dan mencetak tujuh gol dan tujuh assist, menjadikannya pemain pertama di Bundesliga yang mencetak lima gol sebelum menginjak usia 18 tahun.
Getty ImagesWirtz telah menjadi pemain andalan Peter Bosz di Leverkusen untuk menjadi motor serangan serta memimpin rekan-rekannya di lapangan untuk membangun serangan.
Dipanggilnya Wirtz ke timnas Jerman membuat gelandang tersebut memiliki kesempatan untuk pamer kualitasnya agar bisa terus dipanggil ke timnas dan membantu Havertz untuk membawa Jerman mengangkat gelar juara.
Jamal Musiala (Jerman – Bayern Munich)
Jamal Musiala menimba ilmu di akademi Chelsea dari tahun 2011 hingga 2019 sebelum memutuskan untuk pindah ke Bayern Munich untuk bermain di tim junior dan berhasil menembus tim senior Bayern pada bulan Juli tahun lalu.
Meskipun saingan di posisi gelandang serang tim sangat ketat, – dengan Thomas Muller yang lebih senior dan berpengalaman – Musiala mampu menunjukkan kepada manajer Hans-Dieter Flick bahwa ia patut diperhitungkan untuk bermain. Buktinya, musim ini gelandang muda tersebut telah melakoni 31 laga di semua kompetisi dengan torehan empat gol.
Getty ImagesDi timnas, pemain berusia 18 tahun tersebut pernah berseragam Inggris U-15 hingga U-21. Bahkan Musiala juga pernah berseragam Jerman U-16.
Kini ia dipanggil oleh timnas Jerman untuk jeda internasional. Dari semua daftar pemain milik Joachim Low, Musiala dan Wirtz merupakan dua pemain yang belum pernah debut di tim senior. Kesempatan ini tentu saja tidak akan disia-siakan untuk menunjukkan kualitas terbaiknya di lapangan.
Ryan Gravenberch (Belanda – AFC Ajax)
AFC Ajax tidak pernah kehabisan talenta muda berkualitas. Mereka selalu memproduksi bintang muda baru yang memiliki potensi luar biasa, salah satunya Ryan Gravenberch.
Dengan 36 penampilan di semua kompetisi dan mencetak empat gol serta enam assist musim ini, cukup bagi anak dari legenda Belanda dan mantan pemenang NXGN Justin Kluivert menyebutnya sebagai ‘Paul Pogba baru’.
Getty ImagesKontribusinya di lapangan membuat manajer Ajax Erik ten Hag mempercayakan lini tengah tim kepada Gravenberch. Ia juga menjadi debutan termuda dalam sejarah tim saat melakoni laga pertamanya di tim senior tahun 2018 silam.
Gelandang berusia 18 tahun tersebut telah menjadi langganan di timnas Belanda dari U-15 hingga U-21, dan jeda internasional kali ini menjadi kesempatannya untuk bisa debut di tim senior.
Nuno Mendes (Portugal – Sporting CP)
Nuno Mendes telah berada di Sporting CP sejak tahun 2015, dan lima tahun berselang dia berhasil naik ke tim senior. Di musim ini bek sayap tersebut telah mengantongi 26 penampilan dengan torehan satu gol dan dua assist.
Dengan bermodalkan kecepatan, fisik dan olah bolanya yang diatas rata-rata, Mendes mampu mengancam dan menusuk pertahanan lawan dari sisi kiri. Kemampuan bertahannya pun tidak perlu diragukan lagi.
(C)Getty ImagesManajer Ruben Amorim selalu percaya kepada pemain 18 tahun tersebut untuk menjaga sisi kiri pertahanan tim. Mendes juga berhasil membawa Sporting menjuarai Allianz Cup pada Januari lalu.
Hal itu membuat Fernando Santos memasukkan namanya ke dalam skuad Portugal untuk jeda internasional. Mendes pasti menjawab kepercayaan tersebut dengan memberikan yang terbaik di lapangan. (*/Yos)
