Thomas Tuchel Jorginho Antonio Rudiger ChelseaGetty/Goal

Dilema Thomas Tuchel: Lima Formula Yang Wajib Ditunaikan Chelsea Untuk Taklukkan Man City

Chelsea tertatih-tatih menuju akhir musim: mengalami tiga kekalahan dalam empat partai terkini sebelum akan meladeni final Liga Champions kontra Manchester City, Minggu (30/5) dinihari WIB.

The Blues baru saja menyegel spot empat besar, yang berarti mereka mengamankan tiket untuk tampil di kompetisi tertinggi Benua Biru itu musim depan meskipun takluk 2-1 dari Aston Villa di hari pamungkas Liga Primer, yang membuat perolehan poin si London Biru sama dengan Leicester -- yang juga menyerah dari Tottenham Hotspur.

Tren negatif yang melanda bisa menjadi problem tersendiri jelang bentrok akhir pekan, sehingga tak berlebihan mengatakan Thomas Tuchel masih memiliki sejumlah dilema untuk diatasi jelang memainkan final pertama Liga Champions dalam sembilan tahun bagi klub asuhannya ini.

Setelah takluk dari Aston Villa dan The Foxes di final Piala FA awal bulan ini, ada beberapa pertanyaan mencuat terkait ketersediaan para pemain kunci mereka, formula menyerang yang tepat, bagaimana menghindari rasa puas, mengatasi kesulitan dan menjaga ketenangan.

Berikut akan dirinci satu per satu beberapa prahara yang mesti diselesaikan Tuchel jika ingin mengangkat trofi prestisius di musim debutnya bersama Chelsea.

Para pemain kunci mesti fit

Sayangnya bagi Tuchel, dua pemain yang hampir selalu tampil starter jika dalam keadaan fit kemungkinan bakal absen di final, yakni kiper Eduardo Mendy dan gelandang tenaga kuda N'Golo Kante.

Mendy terpaksa ditarik keluar lapangan saat bentrok dengan Aston Villa setelah mengalami masalah pada tulang rusuknya ketika berusaha menahan gol pembuka Bertrand Traore. Di babak kedua, Kepa Arrizabalaga menjadi deputi.

Perihal Mendy, Tuchel mengatakan: "Perkembangannya adalah, kami masih punya harapan. Dia meningkat secara signifikan dalam mengelola rasa sakitnya."

Tak perlu diperdebatkan lagi bagaimana penampilan penjaga gawang Senegal itu sepanjang musim ini, bagaimana ketenangannya, dominasi duel di udara serta kemampuan shot-stopping dia yang luar biasa. Ini jadi dilema tersendiri bagi Tuchel apakah akan memainkan kiper seharga £71 juta, Kepa, di babak final.

Kante Mendy GFX

Sementara itu, Kante tertatih-tatih saat bermain melawan Leicester 18 Mei lalu, sehingga dia absen saat tim kalah melawan Villa. Namun, bisa dipahami absensi dia itu sebagai bentuk pencegahan dan diharapkan bisa ikut andil di laga akhir pekan ini.

Seandainya pemain internasional Prancis itu - yang menjadi man of the match di dua leg semi-final kontra Real Madrid - absen, Chelsea akan dihadapkan pada keragu-raguan apakah menduetkan Mateo Kovacic dan Jorginho agar bisa menetralkan dinamisme lini tengah berbahaya City.

Menemukan formula yang tepat di lini penyerangan

Kendati menghamburkan hingga £179 juta demi membentuk bakat menyerang di musim panas lalu, The Blues hanya mencetak 58 gol di liga musim ini. Ironisnya, Jorginho yang menjadi topskor mereka dengan torehan tujuh gol -- yang semuanya berasal dari penalti.

Tiga juru gedor mereka di seluruh kompetisi - Timo Werner dan Tammy Abraham dengan koleksi 12 gol, Olivier Giroud dengan torehan 11 gol - punya masalahnya sendiri-sendiri, dengan Abraham lebih sering tak masuk dalam skuad matchday, Giroud tak lagi memegang peran 'impact sub' dan Werner frustrasi karena kerap menyia-nyiakan peluang dan terus-terusan terjebak offside.

Tuchel harus berani berpaling dari sistem yang dipercayainya dengan hanya mengandalkan tiga striker yang dimiliki. Misalnya pemain-pemain yang punya naluri menyerang seperti Mason Mount, Christian Pulisic, Hakim Ziyech, Kai Havertz dan Callum Hudson-Odoi ditugasi membongkar barikade pertahanan City.

Siapa pun yang bermain di posisi sentral kemungkinan besar akan menjdi simbol dari rencana permainan The Blues . Havertz sebagai false nine akan mencoba untuk menarik bek tengah City keluar dari posisinya, kecepatan Werner dan Pulisic akan menghadirkan masalah saat serangan balik, sementara Ziyech dengan kemampuan teknis dan sentuhan-sentuhannya bisa menciptakan sejumlah kans dengan passing-passing aduhainya di area kotak penalti.

Komposisi lini penyerangan yang tepat bisa menentukan kemenangan Chelsea di laga ini.

Jangan Cepat Berpuas diri

Chelsea akan termotivasi dengan rekor mereka belakangan ini kala menghadapi sang juara liga, dengan raihan dua kemenangan dalam lima pekan terakhir. Tapi Tuchel harus berhati-hati karena kepercayaan diri tak boleh diterjemahkan menjadi kepuasan diri.

Mereka mengalahkan City 1-0 di semi-final Piala FA yang berjalan kompleks dan kembali mengalahkan lawan mereka itu 2-1 8 Mei lalu tapi berbau keberuntungan karena The Citizens melakukan rotasi pemain dan Sergio Aguero membuang kesempatan dari sepakan penalti, lalu hanya kalah dari gol terdefleksi Marcos Alonso.

Artinya, mengatasi pasukan Guardiola tak semudah membalikkan telapak tangan. Tuchel harus membuka mata para pemainnya untuk mencermati hal ini.

Siap menghadapi kemungkinan terburuk

Chelsea limbung setelah mereka kecolongan duluan saat bentrok dengan Aston Villa. Bulan ini, mereka selalu kalah di laga-laga yang mereka tertinggal duluan.

Faktanya, sepanjang musim ini, 60 persen dari laga-laga yang dijalani The Blues selalu berakhir kekalahan saat mereka dalam posisi tertinggal: mengalami sembilan kekalahan dalam 15 pertandingan.

ASTON VILLA CHELSEA 23052021Getty

City terlalu bagus untuk tidak menguasai jalannya pertandingan dan sangat mungkin untuk mencetak gol duluan. 

Bagaimana Chelsea membelenggu tekanan dan dominasi City akan sangat berpengaruh pada hasil akhir yang bakal mereka dapatkan.

Menjaga kedisiplinan para pemain

Perkelahian yang terjadi di akhir laga kontra Leicester, yang melibatkan sebagian besar pemain di tim, termasuk kiper Mendy dan beberapa pemain pengganti, menggambarkan kepada para fans adanya kebersamaan, keberanian dan kemauan untuk saling mendukung. 

Di sisi lain, menghadapi tim cerdas seperti City yang agresif bisa menjadi titik lemah jika tidak ditangani dengan benar, sebagaimana Paris Saint-Germain ketika menyerah di babak semi-final.

Idrissa Gueye diganjar kartu merah di leg pertama saat pasukan Mauricio Pochettino kehilangan kedisiplinan timnya, sementara Angel Di Maria juga diusir secara langsung dari lapangan saat memainkan leg kedua.

2021-05-11-rudiger(C)Getty Images

Cesar Azpilicueta menerima kartu merah langsung di menit-menit terakhir saat berhadapan dengan Jack Grealish-nya Villa. Hal semacam ini harus menjadi perhatian serius Tuchel.

Thiago Silva dan Andreas Christensen juga beberapa kali berada di posisi itu, sementara Antonio Rudiger dikenal pemain yang mudah tersulut emosinya. Faktor ini bisa dieksploitasi anak-anak City.

Iklan
0