Presiden Atalanta Antonio Percassi mengungkapkan, dirinya larut dalam tangis bahagia ketika mendapati tim yang dipimpinnya ini berhasil melenggang ke babak 16 besar Liga Champions.
Kelolosan La Dea di pentas Eropa ini menciptakan sejarah baru bagi mereka. Setelah kalah di tiga pertandingan pertama babak penyisihan grup, di tiga laga sisa Atalanta menuai hasil memuaskan hingga mereka finis sebagai runner-up.
Bagi Percassi, keberhasilan Atalanta mencapai fase knock-out di kompetisi tertinggi Benua Biru ini adalah sebuah prestasi besar.
"Saya memutuskan untuk tetap di rumah, di mana saya bisa menyendiri," buka Percassi kepada Gazzetta dello Sport.
"Saya lebih senang dengan cara seperti ini. Saya ingin lebih menikmatinya. Saya ingin menikmati rasa putus asa atau menangis karena kebahagiaan. Dan saya pun menangis sendirian," ungkapnya.
"Sesekali, putra saya yang berumur tujuh tahun Michael melihat. Setelah 1-0, saya benar-benar yakin. Saya melihat betapa fokusnya para pemain," kata Percassi.
Percassi memuji setinggi langit kerja keras yang ditunjukkan Atalanta sepanjang musim ini, termasuk karena keberhasilan melaju ke babak gugur kompetisi sekelas UCL.
"Untuk tim ini, kurang lebih saya ingin katakan: 'Kalian telah bekerja secara luar biasa, unik dan bersejarah. Kalian memberi kami sebuah mimpi," pungkasnya.



