thumbnail Halo,

Gusnul mengakui saat ini kondisi tim asuhannya berada dalam masa sulit.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  BOJONEGORO    

Para pemain Persibo Bojonegoro memboikot dan meninggalkan mess, usai menelan kekalahan 7-0 dari New Radiant di pentas AFC Cup di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/3) lalu. Mereka meminta kejelasan nasib kepada manajemen, terkait dengan masalah kontrak. Melihat hal ini, pelatih Persibo Bojonegoro Gusnul Yakin berharap ada jalan keluar terbaik bagi para pemain maupun manajemen.

Gusnul juga mengakui, bila saat ini kondisi tim asuhannya berada dalam masa sulit. Karena itu, ia menghimbau kepada seluruh pihak yang terkait, untuk bisa memahami kondisi ini dan berharap para pemain dapat segera berlatih, agar tidak kembali mendapat malu kala menghadapi pertandingan selanjutnya di pentas AFC Cup.

"Kalau kondisinya masih seperti ini, saya jelas tidak dapat bekerja. Bagaimana mau menang, kalau tidak pernah latihan? Latihan itu bukan hanya untuk tim saja, tetapi juga untuk kebaikan pemain sendiri," keluh Gusnul kepada GOAL.com Indonesia.

Meski demikian, Gusnul menyadari kondisi saat ini memang sulit diterima khususnya bagi para pemain. Sebab selama tiga bulan berlatih, para pemain tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut belum menemui kejelasan kontrak, bahkan pemain juga sering dibohongi oleh pihak manajemen.

Misalnya saja, ketika sebelum menghadapi New Radiant. Kala itu para pemain dijanjikan akan diberikan uang saku sebesar Rp2 juta. Namun, sampai saat ini yang baru dibayar oleh pihak manajemen Persibo baru Rp1 juta. Itu pun, kata Gusnul, para pemain harus melakukan mogok terlebih dahulu.

"Semoga saja janji pihak manajemen untuk mengontrak pemain setelah KLB [Kongres Luar Biasa] PSSI, tidak hanya berupa janji. Tapi melainkan, sebuah langkah nyata yang dibuktikan dengan hitam di atas putih," harapnya.

Manajemen Persibo melalui media officer Imam Nurcahyo, memang pernah mengatakan, bila rencana kontrak pemain akan dilakukan usai digelarnya KLB PSSI. Imam menjelaskan, bila pihaknya menunda kejelasan kontrak dengan alasan menunggu kejelasan kompetisi Indonesia Primer League (IPL).

"Oleh manajemen [tim Persibo] diliburkan dulu. Sampai kapan? saya tidak tahu. Memang kita nunggu hasil KLB dulu untuk ngontrak pemain. Kita tidak bisa berbuat banyak. Jadi masih menunggu semua," ujar Imam.

Sementara itu, manajer Persibo Nur Yahya menyebut jika Persibo kini berada di ujung tanduk. Pasalnya, sampai saat ini manajemen Laskar Angling Dharma tersebut masih mengalami krisis keuangan.

”Sewa mess pemain juga belum terbayar. Ibaratnya, kita ini sudah jatuh tertimpa tangga. Karena hutang sudah menumpuk, kami juga ditinggal pemain lagi. Saat ini kami juga bingung, karena tagihan sewa mobil untuk pelatih, mess pemain, dan biaya makan, juga harus segera dibayar,” kata Yayak-sapaan akrab dari Nur Yahya.

Dengan kondisi yang memprihatinkan ini, manajemen Persibo berharap agar Bupati Bojonegoro Suyoto dapat turun tangan. Hal itu bertujuan, agar misi penyelamatan Persibo segera lepas dari keterpurukan. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait