PT Liga Indonesia & Klub Sepakat Lepas Nama Indonesia Super League

Demi menjalankan turnamen jangka panjang, PT Liga siap gelar hajatan non-ISL.

GOALOLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

PT Liga Indonesia dan klub telah melakukan pertemuan sejak Jumat (15/1) dan selesai pada Sabtu (16/1) siang, di Jakarta. Pertemuan tersebut untuk menentukan sikap setelah PT Liga gagal mengantongi rekomendasi dari BOPI untuk menggelar Indonesia Super League 2016.

Dari rapat tersebut, beberapa terobosan pun disepakati oleh PT Liga selaku operator kompetisi profesional Indonesia dan 18 klub ISL. Yakni, menggelar turnamen jangka panjang secara independen dan menanggalkan nama ISL - yang identik dengan produk PSSI.

"Terobosan yang diambil adalah PT Liga akan menjalankan kompetisi yang sebelumnya ISL. ISL bukan sekedar nama. ISL merupakan properti PSSI dan karena dibekukan Kemenpora 17 April, terobosan harus menggulirkan non-ISL," kata Joko Driyono selaku CEO.

Joko menambahkan, klub dan PT Liga sudah menyediakan nama pengganti ISL. "Menjadi Indonesia Super Competition. Namun, nama itu bisa berganti menjadi liga lain tergantung dengan sponsor nantinya," urainya.


SIMAK JUGA
Kompetisi 2016 Harus Tetap Berjenjang
BOPI Tak Izinkan ISL 2016 Bergulir
Tim Transisi Kedodoran Jika Gelar Kompetisi

PSSI sepenuhnya mendukung langkah dari PT Liga dan klub agar sepakbola Indonesia kembali hidup. Ketua umum La Nyalla Mahmud Mattalitti pun hadir dan memberi sambutan usai klub melakukan rapat.

"PSSI memberi keleluasaan kepada PT Liga dan klub ISL, berkompetisi tanpa PSSI. Kompetisi punya esensi memainkan sepakbola dengan laws of the games. Tanpa PSSI tadi berarti kendali tidak di PSSI." tukas Joko.

Rencananya Indonesia Super Competition digulirkan pada Maret hingga November 2016. PT Liga pun siap mengakomodir keperluan pertandingan seperti perangkat dan badan hukum. "PT Liga akan men-setup elemen tadi yang akan independen dijalankan oleh PT Liga."