Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FBL-WC-2026-MATCH04-USA-PARAFP

Diterjemahkan oleh

Untuk menyingkirkan ide terburuk... Mengapa FIFA perlu memperluas Piala Dunia menjadi 64 tim?

Sistem kualifikasi “tim peringkat ketiga terbaik” yang kembali diterapkan pada babak gugur kembali memicu kontroversi selama Piala Dunia 2026, setelah beberapa pengamat dan analis menyebutnya sebagai “penemuan terburuk dalam sepak bola”.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh jaringan RMC Prancis, para pengkritik sistem ini berpendapat bahwa perluasan turnamen menjadi 48 tim telah menghilangkan sebagian besar arti penting babak penyisihan grup, karena sebagian besar tim kini memiliki peluang besar untuk lolos bahkan tanpa meraih hasil yang luar biasa, yang membuka peluang bagi perhitungan yang rumit dan memengaruhi tingkat persaingan di putaran terakhir babak penyisihan grup.

Sebelum turnamen dimulai, banyak yang memperkirakan bahwa penambahan jumlah peserta akan memperlebar kesenjangan kualitas dan sering menimbulkan hasil pertandingan yang sangat timpang; namun, peristiwa di babak penyisihan grup menunjukkan gambaran yang berbeda dalam banyak pertandingan.

Sementara beberapa tim besar meraih kemenangan telak, tim-tim yang kurang diunggulkan justru berhasil menunjukkan performa yang mengesankan, seperti yang dilakukan tim Cape Verde yang bermain imbang tanpa gol melawan Spanyol, salah satu kandidat terkuat untuk gelar juara.

Namun, kritik saat ini tidak terlalu berfokus pada aspek teknis, melainkan lebih berkaitan dengan struktur turnamen itu sendiri.

  • Peran kelompok yang panjang dan eliminasi yang terbatas

    Dengan sistem baru ini, 32 tim dari total 48 peserta akan lolos ke babak gugur, yang berarti babak penyisihan grup—yang merupakan bagian terbesar dari turnamen—secara praktis hanya akan menyingkirkan 16 tim saja.

    Tim yang menempati peringkat pertama dan kedua dari setiap grup akan lolos, ditambah dengan 8 tim terbaik yang menempati peringkat ketiga, sehingga dalam kebanyakan kasus, mengumpulkan 4 poin sudah cukup untuk memastikan lolos ke babak berikutnya, sementara peluang lolos tetap terbuka bahkan bagi beberapa tim yang hanya meraih tiga hasil imbang atau satu kemenangan.

    Para pengkritik sistem saat ini berpendapat bahwa rumus ini dapat mendorong beberapa tim untuk mengadopsi gaya bermain yang lebih defensif setelah meraih hasil positif di putaran pertama, alih-alih terus mengejar kemenangan.

  • Iklan
  • Krisis "Tim Peringkat Ketiga"

    Masalah lain yang terkait dengan sistem kualifikasi saat ini adalah ketergantungan pada peringkat tim-tim peringkat ketiga terbaik.

    Sistem ini, yang juga digunakan dalam Kejuaraan Eropa, sering kali mengubah putaran terakhir fase grup menjadi perhitungan rumit terkait selisih gol dan hasil pertandingan antar-grup, alih-alih berfokus pada persaingan langsung di lapangan.

    Hal ini juga menyebabkan ketimpangan yang jelas dalam tingkat kesulitan jalur pada babak gugur, di mana beberapa tim yang memuncaki grup mungkin harus menghadapi pertandingan sulit sejak dini, sementara tim lain menikmati jalur yang lebih mudah menuju babak-babak selanjutnya.

  • Usulan baru: 64 tim nasional

    Mengingat hal tersebut, beberapa pengamat dan analis mulai mengusulkan gagasan untuk memperluas turnamen ini di masa depan menjadi 64 tim nasional.

    Usulan tersebut mengatur agar tim-tim dibagi menjadi 16 grup yang masing-masing terdiri dari 4 tim, dengan hanya dua tim teratas dari setiap grup yang lolos ke babak 32 besar.

    Para pendukung gagasan ini berpendapat bahwa sistem ini akan mengembalikan pentingnya peran babak grup dan menghilangkan kontroversi terkait lolosnya tim-tim peringkat ketiga terbaik, serta memastikan semua tim memainkan jumlah pertandingan yang sama tanpa menambah beban pada para pemain.

    Surat kabar Spanyol “AS” sebelumnya melaporkan pada Mei lalu bahwa FIFA sedang mempertimbangkan secara serius untuk menambah jumlah tim di turnamen menjadi 64, dengan rencana untuk membahas gagasan tersebut lebih lanjut setelah berakhirnya edisi 2026.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Hambatan finansial dan olahraga

    Meskipun aspek-aspek organisasi mungkin tampak lebih jelas dalam sistem 64 tim nasional, penerapannya menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pembagian pendapatan finansial kepada lebih banyak asosiasi sepak bola nasional.

    Di saat tren ini mungkin disambut baik oleh federasi-federasi kecil yang akan mendapatkan peluang lebih besar untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat finansial, gagasan ini mungkin menghadapi penolakan dari kekuatan-kekuatan sepak bola besar yang terpaksa berbagi sumber daya dan pendapatan dengan lebih banyak tim nasional.

    Tampaknya perdebatan yang terjadi seputar Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa format turnamen ini akan tetap menjadi topik yang terbuka untuk dibahas dalam beberapa tahun ke depan.