FBL-WC-2026-MATCH98-ESP-BELAFP

Diterjemahkan oleh

Tidak ada tempat bagi keputusan sembarangan... Begitulah cara De La Fuente mengelabui para pesaingnya

Dalam turnamen besar, banyak pelatih lebih memilih untuk menjaga stabilitas dan mengandalkan susunan pemain yang tetap, namun Luis de la Fuente memilih jalur yang sama sekali berbeda di Piala Dunia. Pelatih tim nasional Spanyol ini tidak ragu untuk mengubah susunan pemainnya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, serta melakukan perubahan berani sebelum dan selama pertandingan, dengan mengutamakan kepentingan tim di atas nama-nama pemain, bahkan jika itu menyangkut bintang-bintang utamanya. Keberanian taktis ini memberi "La Roja" berbagai solusi dan berkontribusi pada keberhasilannya mencapai babak-babak krusial turnamen.

Intervensi taktis De la Fuente terlihat sepanjang perjalanan timnas Spanyol di Piala Dunia. Sejak awal turnamen, ia hanya sekali menggunakan susunan pemain inti yang sama, sementara keputusannya terkait pergantian pemain—baik sebelum maupun selama pertandingan—memainkan peran krusial dalam menentukan hasil akhir.

Setelah mengalahkan Belgia, pertanyaan pertama yang diajukan kepada pelatih asal Spanyol itu berkaitan dengan penggantian Pedri dan masuknya Fabián Ruiz, sebuah langkah yang memicu banyak kontroversi. Namun, De la Fuente membela keputusannya dengan mengatakan: “Yang terpenting adalah tim. Setiap pemain memiliki perannya masing-masing dalam pertandingan.”

Ia menambahkan: “Penggantian Pedri hanya bisa dijelaskan oleh keinginan kami untuk memberikan dimensi berbeda pada tim saat kami membutuhkan suntikan energi baru melalui Fabián, yang juga merupakan pemain hebat. Ini adalah kerja tim, dan tidak penting siapa yang lebih sering bermain. Kami senang bisa mencapai tahap ini, tetapi kami berambisi untuk melangkah lebih jauh.”

Pergantian ini mencerminkan filosofi baru De la Fuente di turnamen ini, yaitu filosofi yang didasarkan pada intervensi terus-menerus dan tidak terpaku pada hal-hal yang sudah mapan, hingga akhirnya dijuluki sebagai “De la Fuente 2.0”, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol “AS”.

Sebaliknya, pendekatannya di Kejuaraan Eropa jauh lebih stabil. Kecuali pada pertandingan terakhir fase grup melawan Albania—yang menandai rotasi besar-besaran karena kualifikasi sudah dipastikan—ia hanya melakukan dua perubahan terpaksa; yang pertama dengan memasukkan Dani Carvajal menggantikan Jesús Navas setelah yang pertama diskors, dan yang kedua ketika Dani Olmo menggantikan rekan setimnya Pedri setelah ia cedera di perempat final.

Sedangkan susunan pemain lainnya hampir tidak berubah, di mana ia terus mengandalkan Unai Simón, Rubén Le Normand, Aymeric Laporte, Marc Cucurella, Fabián Ruiz, Rodri, Lamine Yamal, Niko Williams, dan Álvaro Morata, dengan perubahan yang sangat terbatas. Namun, Piala Dunia ini menampilkan sosok pelatih asal Spanyol tersebut yang benar-benar berbeda.

  • FBL-WC-2026-MATCH93-POR-ESPAFP

    Perubahan yang terus-menerus dalam upaya mencari solusi

    Sejak pertandingan pertama, kondisi fisik beberapa pemain, terutama Lamine Yamal dan Nico Williams—yang keduanya masuk sebagai pemain pengganti—memaksa staf pelatih untuk menyesuaikan strategi. Namun, setelah hasil imbang di mana tim nasional Spanyol tampak kurang lancar dan tajam dalam serangan, De la Fuente memutuskan untuk melakukan perubahan besar-besaran.

    Ia tidak hanya mengubah satu posisi, melainkan melakukan empat pergantian sekaligus. Memasukkan Lamine Yamal sebagai starter merupakan langkah yang wajar, sedangkan pergantian lainnya dilakukan semata-mata karena alasan taktis.

    Ia memasukkan Pedro Porro menggantikan Marcos Llorente untuk meningkatkan kualitas pembangunan serangan tim, serta mengandalkan Alex Baena menggantikan Gavi di sayap kiri guna memanfaatkan pemain yang spesialis di posisi tersebut. Sementara itu, keputusan paling berani adalah mencoret Fabián Ruiz dan memasukkan Dani Olmo.

    Pelatih tersebut tidak ragu untuk menempatkan salah satu pemain utamanya di bangku cadangan, meskipun ia tampil gemilang di pertandingan sebelumnya, karena keyakinannya bahwa kondisi pertandingan tersebut membutuhkan solusi yang berbeda.

    Saat menghadapi Uruguay, Fabián duduk di bangku cadangan meskipun ia tampil gemilang melawan Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk memberikan kekuatan fisik tambahan di lini tengah guna menghadapi tim yang mengandalkan duel fisik dan tekanan yang kuat.

    Oleh karena itu, De la Fuente menurunkan Mikel Merino sebagai starter, sekaligus memanggil kembali Marcos Llorente, demi membentuk tim yang lebih kokoh, meskipun hal itu harus mengorbankan kualitas penguasaan bola.

    Hasilnya sesuai dengan yang diinginkan pelatih; pertandingan fisik yang sulit yang dimenangkan tim Spanyol berkat gol yang dicetak oleh Alex Baena, salah satu andalan utama De la Fuente di turnamen ini.

  • Iklan
  • FBL-WC-2026-MATCH98-ESP-BELAFP

    Kembali ke Keseimbangan

    Saat menghadapi Austria, pelatih asal Spanyol itu kembali menurunkan susunan pemain yang sebelumnya menghancurkan Arab Saudi—tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan—sehingga tim nasional Spanyol kembali meraih kemenangan dengan skor 3-0, menyusul kemenangan 4-0 pada pertandingan pertama.

    Untuk pertama kalinya di turnamen ini, tim nasional Spanyol memainkan dua pertandingan berturut-turut dengan susunan pemain yang sama, sebelum mengulanginya saat menghadapi Portugal. Oleh karena itu, banyak yang memperkirakan bahwa pertandingan melawan Belgia akan dimulai dengan susunan pemain yang sama, namun De la Fuente kembali mengejutkan semua orang dengan menurunkan Fabián Ruiz menggantikan Pedri.

    Pelatih tersebut menjelaskan bahwa tujuan dari keputusan ini adalah untuk memberikan energi baru bagi tim di lini tengah, setelah ia menilai bahwa Pedri tidak tampil sesuai standar biasanya pada pertandingan sebelumnya melawan Portugal.

    Fabian Ruiz membalas kepercayaan pelatihnya dengan cara terbaik, setelah mencetak gol pembuka ke gawang Belgia, sekaligus menegaskan bahwa keputusan staf pelatih bukanlah keputusan sembarangan, melainkan didasarkan pada analisis mendalam terhadap setiap pertandingan.

  • FBL-WC-2026-MATCH38-ESP-KSAAFP

    Merino... Kartu As

    Pengaruh keputusan De la Fuente tidak hanya berhenti pada Fabián Ruiz. Setelah gol pembuka tercipta, Mikel Merino hanya membutuhkan dua menit setelah masuk sebagai pemain pengganti untuk mencetak gol kedua, melanjutkan penampilannya yang gemilang setelah sebelumnya juga mencetak gol penentu dalam pertandingan sebelumnya melawan Portugal.

    Gol tersebut tercipta berkat umpan Ferran Torres, yang juga masuk dari bangku cadangan, sekaligus menegaskan sekali lagi bahwa para pemain cadangan merupakan salah satu senjata terpenting tim nasional Spanyol di turnamen ini.

    Jika Kejuaraan Eropa menunjukkan De la Fuente sebagai pelatih yang cenderung stabil dan mempertahankan susunan pemain inti, maka Piala Dunia mengungkap sosok yang sama sekali berbeda; seorang pelatih yang tidak takut mengubah rencananya, dan tidak ragu mengganti nama-nama pemain atau posisi mereka kapan pun ia menilai hal itu akan menguntungkan tim.

    Ini adalah versi baru dari Luis de la Fuente, seorang pelatih yang terus-menerus melakukan intervensi, mencari solusi di setiap pertandingan, dan percaya bahwa kesuksesan tidak hanya diciptakan oleh para pemain inti, melainkan oleh seluruh tim. Oleh karena itu, julukan “De la Fuente 2.0” menjadi gambaran terbaik atas transformasi besar yang dialami pelatih asal Spanyol ini dalam turnamen ini.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google