Jersey tim nasional Indonesia menimbulkan polemik panjang setelah Erigo memenangkan tender untuk tahun 2024/25.
Ditunjuknya Erigo menimbulkan pertanyaan bagi pecinta sepak bola Indonesia karena merek tersebut dikenal sebagai produsen pakaian kasual bukan olah raga.
Kemudian, kontroversi semakin bergulir menjadi bola salju setelah desain yang dikeluarkan Erigo melalui Erspo dinilai kurang memuaskan, ditambah dengan sikap desainer jersey yang dianggap anti-kritik sehingga jersey Garuda terus mendapatkan sorotan tajam.
Masalah terus meluas dan kini menyoroti munculnya merek Erspo yang sempat disebut sebagai entitas yang sama sekali berbeda dengan Erigo - pemenang tender jersey.
Semakin besarnya polemik di antara pecinta sepak bola nasional membuat Marsal Masita - Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia (badan komersil timnas) - turun langsung untuk mendinginkan suasana, memberi klarifikasi.
Salah satunya adalah dengan mengungkap mengapa PSSI menobatkan Erigo sebagai pemenang tender jersey timnas.