Jersey timnas IndonesiaErspo

TERUNGKAP! Erigo Menang Tender PSSI Untuk Jersey Timnas Indonesia Dengan Uang Tunai Rp8M, Suplai Produk Rp20M & Royalti 7 Persen

  • PSSI ungkap alasan Erigo menangi tender
  • Bersaing dengan Specs, League, Mills, Ortuseight dan lain-lain
  • APA YANG TERJADI?

    Jersey tim nasional Indonesia menimbulkan polemik panjang setelah Erigo memenangkan tender untuk tahun 2024/25.

    Ditunjuknya Erigo menimbulkan pertanyaan bagi pecinta sepak bola Indonesia karena merek tersebut dikenal sebagai produsen pakaian kasual bukan olah raga.

    Kemudian, kontroversi semakin bergulir menjadi bola salju setelah desain yang dikeluarkan Erigo melalui Erspo dinilai kurang memuaskan, ditambah dengan sikap desainer jersey yang dianggap anti-kritik sehingga jersey Garuda terus mendapatkan sorotan tajam.

    Masalah terus meluas dan kini menyoroti munculnya merek Erspo yang sempat disebut sebagai entitas yang sama sekali berbeda dengan Erigo - pemenang tender jersey.

    Semakin besarnya polemik di antara pecinta sepak bola nasional membuat Marsal Masita - Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia (badan komersil timnas) - turun langsung untuk mendinginkan suasana, memberi klarifikasi.

    Salah satunya adalah dengan mengungkap mengapa PSSI menobatkan Erigo sebagai pemenang tender jersey timnas.

  • Iklan
  • APA YANG DIKATAKAN?

    Kepada Jawa Pos, Marsal mengungkapkan Erigo memberi nilai komersil yang sangat besar untuk PSSI, bahkan tiga kali lipat dari apparel sebelumnya, sehingga Erigo dinilai sangat layak untuk menjadi apparel timnas Indonesia.

    "Semua brand yang mengikuti tender jersey timnas wajib mengajukan tiga aspek. Yaitu, nilai sponsorship, product supply, dan royalti," ujar Marsal seperti dilansir Jawa Pos.

    "Kami butuh revenue untuk operasional timnas. Karena itu, kami pilih yang terbaik. Nah, Erspo (Erigo) memberikan support tiga kali lipat dibandingkan brand-brand sebelumnya. Plus, kami mendapatkan royalti 7 persen dari penjualan jersey timnas.

    "Erspo memberikan cash Rp 8 miliar per tahun. Juga, product supply Rp 20 miliar per tahun dan royalti 7 persen. Itu semua angka per tahun. Sedangkan kontrak mereka dua tahun bersama kami."

0