Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BAYERN MUNICHAFP

Diterjemahkan oleh

Tak Punya Tongkat Ajaib: Mengapa Al Ahly Memilih Merekrut Posecnik?

Al Ahli memasuki babak baru dengan penunjukan resmi pelatih asal Belanda, Marino Pusic, yang akan memimpin tim menggantikan pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, yang telah menangani Al Ahli dalam tiga musim terakhir.

Meski namanya bukan yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir, penunjukannya bukan tanpa alasan, melainkan tampaknya berlandaskan visi teknis yang jelas yang melampaui sekadar mencari pelatih baru menjelang dimulainya musim.

Ada banyak aspek yang membuat Al Ahli mengambil keputusan tersebut. Mari kita bahas kesepakatan ini dari sudut pandang analitis dan pembacaan yang cermat terhadap situasi di internal kubu Al Ahli.



  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BRESTAFP

    Kesulitan Penjadwalan

    Al Ahli tak punya kemewahan untuk menunggu terlalu lama setelah kepergian Yaisle, terlebih dengan mendekatnya awal musim baru, sehingga faktor waktu memainkan peran besar dalam menentukan identitas pelatih baru.

    Baca juga: Pengganti di luar dugaan, Al Ahli Saudi rekrut Bosic dalam langkah mengejutkan!

    Sebab, membicarakan perekrutan pelatih papan atas di Eropa bukanlah hal yang mudah, karena mayoritas nama besar telah terikat kontrak dengan klub mereka, atau lebih memilih memulai proyek baru sejak masa persiapan, dan bukan beberapa hari sebelum kompetisi dimulai.

    Selain itu, para pelatih berlabel nama besar mengajukan sejumlah syarat sebelum menyetujui proyek apa pun, yang paling menonjol adalah keterlibatan dalam urusan transfer, pemilihan staf teknis, serta program persiapan. Semua itu adalah hal-hal yang tak dimiliki Al Ahli kemewahannya untuk dipenuhi pada waktu seperti ini, sehingga pilihan Bosic hadir sebagai pelatih yang paling siap untuk langsung mengemban tugas.

  • Iklan
  • Gaya yang mirip dengan mazhab Jaissle

    Salah satu alasan paling menonjol yang mendorong Al-Ahli untuk merekrut Bosic terletak pada kemiripan filosofi taktiknya dengan pendekatan yang telah menjadi kebiasaan tim dalam beberapa tahun terakhir.

    Pelatih asal Belanda itu mengandalkan sepak bola menyerang, pressing tinggi, dan fleksibilitas taktik, disertai perhatian terhadap penguasaan bola dan transisi cepat. Ini merupakan unsur-unsur yang membentuk karakter Al-Ahli di bawah kepemimpinan Matthias Jaissle, dan melalui unsur-unsur itu tim meraih kesuksesan besar di level lokal maupun kontinental.

    Karena itulah, manajemen Al-Ahli menilai bahwa para pemain tidak akan membutuhkan perubahan mendasar dalam gaya bermain mereka di lapangan. Sebaliknya, tugas utama tim kepelatihan yang baru adalah mengembangkan ide-ide yang sudah ada, bukan meruntuhkannya dan memulai dari awal. Hal ini bisa memberikan stabilitas taktik yang lebih besar bagi tim menjelang awal musim.

  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-YOUNG BOYSAFP

    Taruhan sesungguhnya dimulai di dalam lapangan

    Meski Bosic memiliki catatan kepelatihan yang bagus, keberhasilannya bersama Al Ahli tidak akan diukur dari apa yang telah ia raih di berbagai persinggahan sebelumnya, melainkan dari apa yang akan ia persembahkan bersama sang klub selama periode mendatang.

    Tantangan terbesar bagi sang pelatih baru terletak pada memimpin sebuah tim yang telah terbiasa bersaing memperebutkan gelar, serta memiliki sederet bintang yang oleh para pendukungnya diharapkan terus meraih titel. Hal inilah yang menaikkan ekspektasi sejak hari pertama.

    Dengan demikian, taruhan yang sesungguhnya tetap ada di dalam lapangan, sebab nama-nama besar semata tidak menciptakan kesuksesan. Selain itu, tidak ada pelatih yang memiliki tongkat ajaib. Betapapun besar pengalamannya, ia membutuhkan waktu, dukungan, dan stabilitas agar bisa menancapkan karakternya dan menerjemahkan gagasan-gagasannya menjadi hasil. Inilah yang akan menentukan apakah pemilihan Bosic merupakan langkah yang telah diperhitungkan matang atau justru sebuah petualangan yang dipaksakan oleh keadaan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google