FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BAYERN MUNICHAFP

Diterjemahkan oleh

Tak Punya Tongkat Ajaib: Mengapa Al Ahly Berlabuh ke Posecki?

Al Ahli memasuki babak baru dengan mengontrak resmi pelatih Belanda Marino Pusic, untuk memimpin tim menggantikan pelatih Jerman Matthias Jaissle yang memimpin tim selama tiga musim terakhir.

Meski nama tersebut bukan yang paling ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir, pemilihannya tidak datang begitu saja, melainkan tampaknya berlandaskan visi teknis yang jelas yang melampaui sekadar mencari pelatih baru sebelum musim dimulai.

Ada banyak aspek yang membuat Al Ahli mengambil keputusan tersebut, mari kita bahas transfer itu dari sudut analitis dan pembacaan yang baik terhadap situasi dari dalam rumah Al Ahli.


  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BRESTAFP

    Kesulitan Waktu

    Al Ahli tidak memiliki keleluasaan untuk menunggu terlalu lama setelah kepergian Jaissle, terutama dengan semakin dekatnya awal musim baru, sehingga faktor waktu memainkan peran besar dalam menentukan identitas pelatih baru.

    Baca juga: Pengganti tak terduga, Al Ahli Saudi merekrut Bozidar Bandovic dalam langkah mengejutkan!

    Sebab, upaya menggaet pelatih papan atas Eropa bukanlah perkara mudah, karena sebagian besar nama besar terikat kontrak dengan klub mereka, atau lebih memilih memulai proyek baru sejak masa persiapan, bukan beberapa hari sebelum kompetisi dimulai.

    Selain itu, para pelatih bernama besar mengajukan banyak syarat sebelum menyetujui proyek apa pun, yang paling menonjol adalah keterlibatan dalam urusan transfer, pemilihan tim kepelatihan, dan program persiapan. Semua itu adalah hal-hal yang tidak dapat dipenuhi Al Ahli dengan leluasa pada waktu ini, sehingga opsi Bozidar Bandovic muncul sebagai pelatih yang paling siap untuk langsung mengemban tugas tersebut.

  • Iklan
  • Gaya yang mirip dengan sekolah Jaissle

    Salah satu alasan paling menonjol yang mendorong Al Ahli untuk mendatangkan Posecnik adalah kemiripan filosofi teknisnya dengan pendekatan yang telah menjadi kebiasaan tim dalam beberapa tahun terakhir.

    Pelatih asal Belanda itu mengandalkan sepak bola menyerang, pressing tinggi, dan fleksibilitas taktik, dengan perhatian pada penguasaan bola dan transisi cepat. Semua itu merupakan unsur yang membentuk karakter Al Ahli di bawah kepemimpinan Matthias Jaissle, dan melaluinya tim meraih keberhasilan besar baik di level domestik maupun kontinental.

    Oleh karena itu, manajemen Al Ahli menilai bahwa para pemain tidak akan membutuhkan perubahan mendasar dalam gaya bermain mereka di lapangan. Justru tugas utama staf kepelatihan baru adalah mengembangkan ide-ide yang sudah ada, bukan meruntuhkannya dan memulai dari awal, hal yang mungkin akan memberikan tim stabilitas teknis yang lebih besar di awal musim.

  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-YOUNG BOYSAFP

    Taruhan sesungguhnya dimulai di dalam lapangan

    Meski Bosic memiliki rekam jejak kepelatihan yang baik, keberhasilannya bersama Al Ahli tidak akan diukur dari apa yang telah ia raih di persinggahan-persinggahan sebelumnya, melainkan dari apa yang akan ia persembahkan bersama "Sang Elite" pada periode mendatang.

    Tantangan terbesar yang dihadapi sang pelatih baru adalah memimpin sebuah tim yang terbiasa bersaing memperebutkan gelar, serta memiliki sekelompok bintang yang diharapkan publik untuk terus meraih trofi. Hal inilah yang menaikkan ekspektasi sejak hari pertama.

    Dengan demikian, taruhan yang sesungguhnya tetap berada di dalam lapangan, karena nama-nama besar saja tidak menciptakan keberhasilan. Selain itu, tidak ada pelatih yang memiliki tongkat ajaib, sehebat apa pun pengalamannya. Ia membutuhkan waktu, dukungan, dan stabilitas agar mampu menanamkan karakternya serta menerjemahkan gagasan-gagasannya menjadi hasil. Inilah yang akan menentukan apakah penunjukan Bosic merupakan langkah yang telah diperhitungkan, ataukah sebuah petualangan yang dipaksakan oleh keadaan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google