Manchester United v Liverpool FC - Premier LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Skenario Salah mendekatkan Bruno Fernandes ke Arab Saudi

Masa depan pemain Portugal Bruno Fernandes bersama Manchester United masih belum jelas, di tengah adanya perbedaan pendapat di dalam klub Inggris tersebut mengenai bagaimana menangani kemungkinan kepergiannya.

Sebagian pihak di dalam klub berpendapat bahwa Bruno adalah pemain kunci yang tak tergantikan dan harus dipertahankan.

Sementara pihak lain berpendapat bahwa pemain Portugal tersebut merupakan peluang untuk merealisasikan kesepakatan penjualan besar yang dapat memperbarui skuad tim Inggris tersebut.

Pada Desember lalu, terungkap bahwa Manchester United terbuka untuk menjual Fernandes guna membiayai transfer pemain baru di lini tengah.

Jaringan CaughtOffside melaporkan bahwa Bayern Munich dan Paris Saint-Germain tertarik untuk merekrut Bruno, namun pindah ke Liga Pro Saudi tampaknya lebih realistis.

  • Manchester United v Liverpool - Emirates FA Cup Quarter FinalGetty Images Sport

    Skenario Salah bersama Liverpool

    Meskipun sikap resmi Manchester United adalah bahwa Bruno Fernandes tidak dijual, pihak manajemen menyadari bahwa ia akan segera menginjak usia 32 tahun, dan performanya mungkin mulai menurun dalam waktu dekat.

    Sumber CaughtOffside menyebutkan bahwa penurunan performa Mohamed Salah, bintang Liverpool, musim ini, menimbulkan kekhawatiran, setelah ia menginjak usia 33 tahun.

    Mereka menjelaskan bahwa Manchester United tidak ingin berada dalam situasi yang sama dengan Liverpool terkait Salah.

    Seorang sumber mengatakan, "Beberapa pejabat United percaya bahwa tahun ini mungkin waktu yang tepat untuk menjual Fernandes, tetapi ini adalah kesepakatan yang sangat sulit, sama seperti ketika Liverpool memutuskan untuk tidak mempertahankan Salah pada periode yang sama tahun lalu."

    Sumber tersebut menambahkan, "Ada juga Fernandes sendiri, yang tahu bahwa ia akan menerima tawaran besar dari klub-klub Saudi, jadi meskipun klub ingin mempertahankannya, mereka mungkin merasa tidak ada gunanya mencoba memaksa pemain yang pikirannya sudah dipenuhi tawaran lain."

    Baca juga

    Kode 300 memotivasi Barcelona untuk mengalahkan Atlético Madrid

  • Iklan