FBL-EUR-C1-BARCELONA-ATLETICO MADRIDAFP

Diterjemahkan oleh

Simeone vs Barcelona: Singa di Liga Champions... dan burung unta di La Liga

Di dunia sepak bola, wajah-wajah sering berganti sesuai dengan turnamen, namun apa yang ditunjukkan oleh Diego Simeone, pelatih Atlético Madrid, saat menghadapi Barcelona tetap menjadi kasus khusus yang patut diperhatikan secara mendalam.

Di Liga Champions, Simeone tampil sebagai pelatih yang garang, dengan gaya yang seimbang antara pertahanan dan serangan serta semangat juang yang tinggi, yang membuat timnya menjadi lawan yang tangguh bagi raksasa Catalan itu, seolah-olah ia adalah singa yang tak terkendali di malam-malam besar.

Namun di La Liga, gambaran tersebut berubah secara mencolok, di mana Atlético Madrid kehilangan banyak dari wibawa tersebut saat menghadapi Barcelona, dan keputusan Simeone tampak kurang tajam dan berdampak, dalam situasi yang memunculkan pertanyaan.

Di antara keduanya, pertemuan Simeone dengan Barcelona tetap menjadi cermin sejati dari filosofi kepelatihannya, yang berayun antara keberanian Eropa dan kehati-hatian domestik, menciptakan salah satu paradoks paling menarik dalam sepak bola Spanyol.

Baca juga: Video: Aksi bek Atletico yang pernah terulang di Liga Champions.. Lihat apa yang dilakukan wasit


  • FC Barcelona v Atletico de Madrid - UEFA Champions League 2025/26 Quarter-Final First LegGetty Images Sport

    90 menit lagi menuju semifinal

    Atlético Madrid kini berada di ambang lolos ke semifinal Liga Champions musim ini, setelah mengambil langkah besar dengan kemenangan 2-0 atas Barcelona di Camp Nou pada Rabu kemarin.

    Laga leg kedua akan digelar di Stadion Metropolitano, markas klub Madrid, pada Selasa mendatang, untuk menentukan siapa yang akan lolos ke semifinal, di mana pemenangnya akan menghadapi pemenang dari laga Arsenal melawan Sporting Lisbon.

    Hasil ini tampaknya mengejutkan banyak orang, terutama karena terjadi di Camp Nou, namun pada kenyataannya jelas bahwa pertandingan-pertandingan Atletico Madrid di Liga Champions telah menjadi momok bagi klub Catalan tersebut.

    Dengan tersingkirnya Atlético Madrid dari persaingan gelar La Liga, Diego Simeone akan memfokuskan seluruh upayanya di Liga Champions, berusaha merebut gelar tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

    Baca juga: Ahli hukum menanggapi... Bagaimana UEFA akan menangani keluhan Barcelona terhadap wasit?


  • Iklan
  • FBL-EUR-C1-ATLETICO MADRID-PRESSERAFP

    Asad di Liga Champions

    Simeone selalu tampil garang saat menghadapi Barcelona di Liga Champions, di mana klub Catalan itu belum pernah berhasil mengalahkan Atlético dalam kompetisi Eropa tersebut.

    Pertandingan melawan Atlético Madrid telah menjadi momok bagi Barcelona, karena tim asal Madrid itu telah dua kali menyingkirkan rivalnya dari Catalonia di Liga Champions, dan tampaknya yang ketiga sedang dalam perjalanan.

    Kedua tim bertemu di Liga Champions untuk pertama kalinya pada perempat final musim 2013-2014, dan saat itu Atlético Madrid lolos setelah bermain imbang di leg pertama (1-1) dan menang di leg kedua di kandang sendiri (1-0).

    Sedangkan pertemuan kedua terjadi di perempat final juga, namun pada musim 2015-2016, dan Los Rojiblancos juga lolos meskipun kalah di leg pertama (2-1), namun menang di kandang sendiri (2-0).

    Pada musim ini, Atlético Madrid menang di Camp Nou untuk pertama kalinya, berbeda dengan dua kali sebelumnya, sehingga memudahkan misinya untuk lolos ke semifinal.

    Baca juga: Dengan senjata Rashford... Barcelona menanti keajaiban baru melawan Atlético Madrid


  • Real Madrid CF v Atletico de Madrid - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

    Unta di La Liga

    Sebaliknya, di La Liga, Simeone maupun Atlético Madrid tidak pernah tampil melawan Barcelona dengan intensitas yang sama seperti saat bertanding di Liga Champions, sejak awal kariernya bersama Atlético.

    Simeone mengambil alih kepelatihan Atlético Madrid pada Desember 2011, dan telah bermain melawan Barcelona di La Liga sebanyak 29 kali, namun hanya meraih kemenangan sebanyak 3 kali.

    Sementara itu, Simeone menelan kekalahan sebanyak 19 kali dari Barcelona, yang terakhir terjadi pada Sabtu lalu (2-1), dan 7 pertandingan berakhir imbang. Perlu dicatat bahwa pelatih asal Argentina ini harus menunggu hingga pertandingan ke-17 untuk meraih kemenangan pertamanya pada pertandingan ke-18.

    Secara keseluruhan dalam berbagai kompetisi, Simeone telah bermain 45 kali melawan Barcelona, hanya menang 8 kali, kalah 25 kali, dan 12 pertandingan berakhir imbang.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google