- Timnas senior menelan kekalahan dari Irak
- Ernando melakukan blunder menjelang laga usai
- Diberi kesempatan untuk menenangkan diri
GettyShin Tae-Yong Enggan Ajak Ernando Ari Bicara, Khawatir Baper
AFCAPA YANG TERJADI?
Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-0 dari Irak dalam matchday kelima Grup F putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (6/6) sore WIB. Salah satu gol yang tercipta di laga tersebut terjadi akibat blunder yang dilakukan penjaga gawang Ernando Ari. Kiper Persebaya Surabaya ini terlihat terpukul dengan kesalahan yang dilakukannya, sehingnga pelatih Shin Tae-yong kemudian memberikan kesempatan kepada Ernando untuk menenangkan diri selama beberapa hari.
SITUASINYA
Timnas senior, yang bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah yang diperoleh Jordi Amat pada menit ke-59, berusaha mencari gol penyeimbang setelah tertinggal dari eksekusi penalti Aymen Hussein di menit ke-54.
Ketika menerima bola back-pass dari Asnawi Mangkualam Bahar, Ernando tidak langsung menendang bola, dan justru memainkannya di dalam kotak penalti. Akhirnya bola terlepas setelah mendapat tekanan dari Mohanad Ali, dan Ali Jasim menuntaskannya untuk menggandakan keunggulan Irak.
PSSIAPA YANG DIKATAKAN TAE-YONG?
Tae-yong mengungkapkan untuk sementara tidak akan mengajak Ernando membahas kesalahannya itu, karena ia menilai sang pemain mudah terbawa perasaan.
“Suasana ruang ganti sama saja, tetapi memang Ernando merasa bersalah. Jadi hari ini (Kamis) dan besok (Jumat), saya tidak akan berbicara apa-apa, karena Ernando salah satu pemain yang mudah kepikiran. Jadi, dua sampai tiga hari lagi pasti Ernando bisa kembali normal,” tutur Tae-yong.
SELANJUTNYA BUAT TIMNAS SENIOR
Skuad Garuda masih menyisakan satu pertandingan lagi di putaran kedua. Duel melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (11/6) malam WIB, akan menentukan nasib timnas senior untuk merebut tiket ke putaran ketiga. Kemenangan menjadi satu-satunya cara mewujudkan target tersebut, karena mereka kini hanya berselisih satu angka dengan Vietnam.