Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
imago-sport-1082383798.jpgZUMA Press Wire

Diterjemahkan oleh

Setelah penantian panjang, bintang Barcelona menutup lembaran penderitaan

Andreas Christensen mulai perlahan-lahan melewati cobaan pribadinya, di mana bek tengah asal Denmark itu tampil sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit pada awal perjalanan Barcelona di Liga Champions Eropa, dalam kemenangan telak 5-1 atas Feyenoord di Stadion Spotify Camp Nou.

Surat kabar Sport menyebutkan bahwa pertandingan ini memiliki arti khusus bagi Christensen, sebab pemain Denmark itu dalam satu pertandingan mencatatkan menit bermain lebih banyak daripada total menit yang ia mainkan sepanjang Liga Champions Eropa musim lalu. Pada edisi 2025-2026, ia hanya tampil di 4 pertandingan dengan total 77 menit.

Namun kini, situasinya menjadi sangat berbeda, karena Christensen menjalani masa persiapan penuh bersama tim, dan tampil sebagai starter dalam dua dari tiga laga pertama di Liga Spanyol, melawan Elche dan Rayo Vallecano, serta bermain penuh 90 menit dalam kedua pertandingan tersebut. Setelah itu, ia bermain sedikit lebih dari setengah jam di Stadion Mestalla menghadapi Valencia, sebelum kembali ke susunan pemain utama pada awal perjalanan Eropa.

Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora

  • FBL-EUR-C1-BARCELONA-FEYENOORDAFP

    158 hari penantian

    Untuk memahami betapa pentingnya kepulangan Christensen, kita harus kembali ke musim lalu. Pada 21 Desember 2025, Christensen mengalami robekan parsial pada ligamen anterior lutut kirinya saat menjalani salah satu sesi latihan. 

    Cedera itu membuatnya absen dari lapangan selama 158 hari, hingga akhirnya kembali pada 23 Mei lalu dalam pekan terakhir La Liga menghadapi Valencia di Stadion Mestalla.

    Hingga saat itu, keterlibatannya di kompetisi Eropa sangat terbatas. Ia bermain selama 30 menit melawan Newcastle, 8 menit melawan Paris Saint-Germain, 33 menit melawan Chelsea, dan hanya 6 menit melawan Eintracht Frankfurt, dengan total 77 menit yang terbagi dalam 4 penampilan, tanpa pernah tampil sebagai starter dalam satu pertandingan pun.

    Cederanya datang untuk mengakhiri musim yang membuat bek tengah ini tak mampu meraih konsistensi, dan kepulangannya terjadi pada fase akhir musim, tepatnya di Stadion Mestalla, tempat ia bermain selama 35 menit setelah lebih dari 5 bulan absen dari pertandingan. Dan kini, Christensen mulai menemukan kembali insting bermainnya serta perannya di dalam tim.

  • Iklan
  • FC Barcelona v Feyenoord - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD1Getty Images Sport

    Kepercayaan Hansi Flick

    Pemain asal Denmark itu telah menyelesaikan masa persiapan tanpa cedera, dan memulai musim dengan meraih menit-menit penting. Pelatih Hansi Flick pun mengandalkannya sebagai pilihan tepercaya di jantung pertahanan, selama musim yang akan membuat Barcelona menghadapi tekanan besar akibat padatnya jadwal pertandingan.

    Christensen, yang berusia 30 tahun, menjalani musim kelimanya dengan seragam Barcelona, setelah klub mengumumkan perpanjangan kontraknya hingga 2028 pada Juli lalu. 

    Dengan demikian, penampilannya menghadapi Feyenoord lebih dari sekadar sebuah pertandingan di Liga Champions Eropa. Setelah masalah fisik yang membuatnya kehilangan konsistensi selama sebagian besar musim lalu, Christensen kembali bermain penuh selama 90 menit di turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa, dan ia melakukannya dalam skenario terbaik yang mungkin terjadi: sebagai pemain inti, dan bersama Barcelona yang mengawali perjalanannya di Liga Champions dengan kemenangan telak 5-1.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google