imago-sport-1077362864.jpgPressinphoto

Diterjemahkan oleh

Setelah Keputusan De Jong, Barcelona Cemas Skenario Menakutkan Terulang

Frenkie de Jong, bintang Barcelona, memutuskan untuk mengandalkan penanganan konservatif guna memulihkan cedera robekan ligamen kolateral medial di lutut kanannya.

Surat kabar "Sport" dalam laporannya menyebutkan bahwa Barcelona menghormati keputusan De Jong, namun hal itu tidak menyembunyikan kekhawatiran yang menyelimuti manajemen.

Kekhawatiran itu bukan bersumber dari diagnosis saat ini, melainkan lebih terkait dengan apa yang mungkin terjadi jika proses pemulihan tidak berjalan sesuai harapan, mengingat preseden Ansu Fati masih terbayang kuat dalam ingatan.

Cedera De Jong tidak sama dengan yang dialami Fati 3 tahun lalu, dan penanganannya serta durasi absennya pun sangat berbeda. Meski demikian, ada satu titik kesamaan yang menjelaskan ketegangan Barcelona, yaitu dalam kedua kasus tersebut, klub memiliki pandangan medis yang berbeda dengan pilihan yang akhirnya diambil oleh sang pemain.

De Jong mengalami cedera selama Piala Dunia bersama timnas Belanda, dan meski merasakan sakit, ia terus bermain setelah para dokter timnas memberitahunya, seperti yang ia jelaskan sendiri, bahwa cedera itu ringan dan tidak akan memburuk jika ia melanjutkan bertanding, tetapi kenyataannya berbeda.

Setelah kembali ke Barcelona, pemeriksaan memastikan bahwa ia mengalami robekan pada ligamen kolateral medial lutut kanan, sebuah cedera yang akan membuatnya absen dari lapangan selama beberapa bulan. Adapun kini, De Jong memilih penanganan konservatif dan menghindari operasi untuk saat ini. 

Barcelona menerima keputusan ini, namun tidak menyembunyikan kekhawatirannya, sebab jika perkembangan kondisinya tidak sesuai harapan dan sang pemain akhirnya harus menjalani operasi, maka masa absennya bisa melampaui 4 bulan dengan selisih yang besar, dan klub akan kehilangan waktu berharga dalam memulihkan salah satu pemain berpengaruhnya.

  • imago-sport-1061669471.jpgGribaudi/ImagePhoto

    Sebuah skenario yang mengandung beberapa kesamaan

    Inilah yang secara khusus mengingatkan kembali pada kasus Ansu Fati. Pada Januari 2022, sang penyerang juga menolak rekomendasi Barcelona dan memutuskan untuk tidak menjalani operasi guna menangani cedera pada tendon proksimal otot bisep femoris di paha kirinya.

    Baik tim medis klub maupun pelatih Xavi Hernandez mendukung dilakukannya operasi tersebut, dengan keyakinan bahwa hal itu memberikan jaminan yang lebih besar untuk jangka menengah dan panjang. 

    Namun Ansu, yang sudah bosan dengan operasi setelah cedera serius di lututnya, memilih perawatan konservatif dengan bekerja sama dengan tim medis pribadinya.

    Seiring berjalannya waktu, berbagai kejadian membuktikan, setidaknya sebagian, kebenaran pandangan mereka yang mendukung operasi.

    Sebab meski telah kembali ke lapangan, Fati tidak lagi memulihkan kecepatan dan ledakan fisik yang menjadikannya salah satu talenta paling menonjol yang lahir dari akademi La Masia. 

    Cedera-cedera yang dialaminya pun berulang, dan kariernya mengambil arah yang benar-benar berbeda dari yang diharapkan ketika ia menembus tim utama. Dan kini, Ansu Fati bermain untuk Monaco.

  • Iklan
  • Frenkie de JongGetty

    Pengalaman Fati Menjelaskan Alasan Kecemasan Barcelona atas Keputusan De Jong

    Tidak ada seorang pun di dalam Barcelona yang membandingkan kedua kondisi tersebut dari sisi medis, karena kedua cedera itu berbeda. Selain itu, tidak ada kepastian bahwa akhirnya akan serupa. Bahkan, penanganan konservatif dianggap sebagai pilihan yang lazim dalam beberapa kasus robekan ligamen kolateral medial lutut, terutama dengan perkembangan besar dalam kedokteran olahraga.

    Meski demikian, pengalaman yang dilalui klub bersama Ansu Fati menjelaskan alasan Barcelona menangani proses pemulihan De Jong dengan sangat hati-hati.

    Ditambah lagi, ada alasan lain yang memicu ketidakpuasan di dalam klub, karena kemarahan besar tertuju kepada Federasi Belanda dan Ronald Koeman, akibat mengizinkan pemain itu tetap tampil di Piala Dunia meskipun merasakan rasa sakit.

    De Jong kemudian mengakui bahwa cederanya "lebih serius daripada yang telah ditentukan", sebuah pernyataan yang semakin memperkuat perasaan di dalam Barcelona bahwa sebuah risiko yang tidak perlu telah diambil.

    Kini, dimulailah pacuan dengan waktu, karena Barcelona berharap penanganan yang dipilih sang pemain berhasil dan menghindarkannya dari ruang operasi. Jika hal itu terjadi, maka kasus Ansu Fati akan tetap menjadi sekadar kenangan. 

    Namun, jika hal itu tidak berhasil, klub Catalan akan kembali menghadapi skenario yang sudah mereka kenal betul, dan tidak ada seorang pun di kota olahraga tersebut yang ingin mengalaminya sekali lagi.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google