FBL-FRA-LIGUE1-PARIS FC-LYONAFP

Diterjemahkan oleh

Setelah bencana itu... Klopp melontarkan kritik pedas kepada Jerman

Kekalahan Jerman dari Ekuador dengan skor 1-2 pada pertandingan penutup babak penyisihan grup Piala Dunia telah membunyikan lonceng peringatan di dalam skuad Die Mannschaft, meskipun hal itu tidak memengaruhi lolosnya tim tersebut ke babak 32 besar.

Sementara itu, sebagai analis di jaringan MagentaTV, Jürgen Klopp, mantan pelatih Liverpool, melontarkan kritik tajam kepada timnas negaranya yang dipimpin oleh Julian Nagelsmann.

Surat kabar AS memuat pernyataan Klopp, yang mengatakan bahwa timnas Jerman memilih “strategi yang salah” saat menghadapi “lawan yang tangguh”.

Ia menambahkan, “Sejak menit ke-12, kami kehilangan kedalaman serangan,” sekaligus mengkritik keputusan tim untuk mundur ke pertahanan dalam formasi yang terlalu dalam.

Dia melanjutkan, “Sepertinya kami sedang berlatih untuk itu. Ada banyak hal yang tidak berjalan dengan baik. Tim ini tidak memberikan kesan bahwa mereka akan melewati babak-babak berikutnya dengan mudah.”

  • Ecuador v Germany: Group E - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Keunggulan Ekuador dalam pertarungan satu lawan satu

    Direktur Divisi Sepak Bola Red Bull saat ini juga menekankan kurangnya semangat juang, dengan mengatakan, “Kita harus memadukan kualitas yang kita miliki dengan mentalitas yang luar biasa.” 

    Ketika ditanya apakah mentalitas tersebut hilang saat melawan Ekuador, ia menjawab tanpa ragu, “Tentu saja.”

    Klopp juga menuntut peningkatan level kompetitif timnas Jerman, sambil menjelaskan, “Kita harus meningkatkan tempo permainan. Ekuador bermain dengan semangat yang jauh lebih besar karena mereka berjuang untuk bertahan di turnamen ini. Setidaknya, kita harus menyamai intensitas itu.”

    Dia juga memperingatkan bahaya kehilangan bola di area-area tertentu, sambil berkata, “Kehilangan bola memang sudah buruk, tetapi kehilangan bola di area yang salah adalah bencana.” 

    Dia menambahkan, “Mereka menguasai kami dalam duel-duel satu lawan satu di lini tengah.”

    Sementara itu, mantan pemain internasional Jerman Mats Hummels, yang menjuarai Piala Dunia 2014, sependapat dengan Klopp, dengan menganggap bahwa kekalahan ini harus menjadi peringatan agar kesalahan yang sama tidak terulang di babak 32 besar.

    Klopp dan Hummels sepakat bahwa tim nasional Jerman memiliki potensi yang diperlukan untuk bersaing memperebutkan gelar, namun hal itu hanya akan terwujud jika tim tersebut kembali menunjukkan ketajaman, semangat juang, dan tekad yang kuat.

  • Iklan