Serhou Guirassy menjelaskan alasan emosional di balik pesan pada kaosnya saat striker Borussia Dortmund merayakan golnya melawan Atalanta
Penyerang Borussia Dortmund, Serhou Guirassy, menjadi pahlawan tak terbantahkan di lapangan selama kemenangan 2-0 di Liga Champions melawan Atalanta, namun tindakan-tindakannya setelah mencetak gol lah yang benar-benar mengena. Setelah mengalami periode kering yang frustrasi di awal musim, pemain internasional Guinea ini kini sedang dalam performa terbaiknya, mencetak enam gol dalam empat pertandingan kompetitif terakhirnya. Namun, gol terbarunya disertai dengan penghormatan yang menyentuh, yang mengungkap perjuangan pribadi yang mendalam di balik layar.
Sebuah penghormatan yang penuh emosi di panggung besar
Setelah mencetak gol yang membantu Dortmund memimpin dalam perebutan tempat di perempat final, Guirassy mengangkat jersey-nya untuk memperlihatkan pesan tulisan tangan di kaos dalamnya. Pesan tersebut berbunyi: "Missata, aku merindukanmu! Beristirahatlah dengan tenang. Kamu sekarang aman di surga! Amin!"
Diketahui kemudian bahwa pesan tersebut merupakan penghormatan untuk keponakannya yang baru saja meninggal dunia. Meskipun suasana di Westfalenstadion penuh kegembiraan, pikiran striker tersebut jelas tertuju pada keluarganya yang berduka di masa-masa sulit ini.
Berbicara kepada Amazon setelah peluit akhir, mantan pemain Stuttgart itu menjelaskan makna gestur tersebut dan untuk siapa pesan itu ditujukan. Guirassy mengatakan: "Ini adalah pesan untuk saudaraku. Kami semua mendukungnya. Ini adalah masa yang sulit bagi keluarga. Tapi hidup terus berlanjut. Kita semua akan mati suatu hari nanti."
Iklan
Getty Images Sport
Guirassy bersinar saat Dortmund menguasai permainan.
Di lapangan, Guirassy menjadi arsitek kekalahan Atalanta, dengan mencetak gol yang klinis dan memberikan assist krusial untuk memastikan raksasa Bundesliga itu membawa keunggulan signifikan ke leg kedua babak playoff. Kembalinya performa Guirassy sangat tepat waktu bagi manajer Niko Kovac, terutama setelah periode di mana posisi striker tersebut dalam starting XI dipertanyakan oleh sebagian media Jerman. Kemampuannya untuk memisahkan kesedihan pribadi dan menampilkan performa Man of the Match, termasuk mencetak gol dan memberikan assist, telah mendapat pujian luas dari rekan setim dan staf.
Kebangkitan striker ini secara statistik sangat mengesankan, karena ia berhasil mengakhiri paceklik golnya dengan gemilang melalui rentetan golnya baru-baru ini. Sejak bergabung dengan Signal Iduna Park pada musim panas 2024, Guirassy dengan cepat menjadi pusat serangan Dortmund. Kontribusinya melawan tim Italia menjadi pengingat mengapa BVB begitu bersemangat untuk mengaktifkan klausul pelepasan kontraknya dari Stuttgart, meskipun spekulasi mengenai masa depannya yang lebih panjang mulai meningkat di latar belakang.
Ketidakpastian mengancam masa depan Dortmund
Meskipun kesuksesan di lapangan dan ikatan emosionalnya dengan klub, beredar kabar bahwa Guirassy mungkin tidak akan menyelesaikan kontraknya yang saat ini berlaku hingga 2028. Ada spekulasi bahwa penyerang tersebut sedang mencari kesepakatan terakhir yang menguntungkan sebelum ia mencapai akhir kariernya. Kabar ini telah membuat beberapa klub waspada, terutama mengingat klausul keluar yang relatif moderat yang telah menjadi ciri khas pergerakan karier striker tersebut.
Desas-desus terbaru dari Jerman menunjukkan bahwa pemain tersebut berencana untuk bertemu dengan petinggi BVB setelah musim ini berakhir untuk membahas masa depannya. Dikabarkan bahwa Guirassy berencana mengadakan pertemuan dengan bos BVB untuk mengklarifikasi apakah perjalanannya di North Rhine-Westphalia akan berlanjut. Meskipun para penggemar saat ini menikmati kontribusinya yang produktif, kemungkinan kepergiannya di musim panas tetap menjadi kekhawatiran nyata bagi para pendukung Dortmund seiring mendekatnya jendela transfer.
Getty Images
Fokus tetap pada Liga Champions.
Untuk saat ini, Guirassy dan Dortmund akan fokus untuk menyelesaikan tugas melawan Atalanta dan melaju lebih jauh di Liga Champions. Kemampuan striker ini untuk mengubah rasa sakit pribadi menjadi motivasi di lapangan telah menjadikannya sorotan utama musim Dortmund. Apakah dia akan bertahan atau hengkang di musim panas, penampilannya yang emosional di bawah sorotan Liga Champions akan dikenang sebagai salah satu momen paling manusiawi dalam turnamen ini sejauh ini, membuktikan bahwa seringkali ada hal-hal yang jauh lebih dalam dalam permainan daripada sekadar skor akhir.