Sandy Walsh - IndonesiaGetty

'Semoga Liga 1 Makin Bagus' – Sandy Walsh Bicara Peluang Main Di Indonesia

  • Walsh tidak pernah berkarir di luar Belgia
  • Berbicara mengenai karirnya di masa mendatang
  • Selalu mengikuti perkembangan tiga klub Liga 1
  • APA YANG TERJADI?

    Sandy Walsh saat ini sedang berada di masa puncaknya sebagai pesepakbola profesional. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengaku tidak menutup kemungkinan dirinya akan merumput di Liga 1 dalam beberapa tahun ke depan jika kiprahnya di sepakbola Eropa sudah berada di masa akhir.

  • Iklan
  • Sandy Walsh - KV MechelenKV Mechelen

    GAMBARAN BESAR

    Semenjak mencicipi karir di level senior, Walsh selalu memperkuat klub yang berlaga di Pro League Belgia, mulai dari Genk hingga KV Mechelen. Total sudah 221 kali Walsh bermain di kompetisi kasta tertinggi di Belgia itu. Dalam perjalanannya di Belgia selama 13 tahun, membela Mechelen menjadi torehan tersendiri. Bersama klub ini selama empat musim, Walsh sudah tampil di 119 laga. 2024/25 menjadi musim kelimanya bersama Mechelen.

  • Sandy Walsh - KV MechelenKV Mechelen

    APA YANG DIKATAKAN WALSH?

    Pria yang dilahirkan di Brussels ini telah menyandang status sebagai warga negara Indonesia (WNI) pada 17 November 2022. Walsh pun tidak menutup kemungkinan dirinya akan bermain di Liga 1.

    “Saya berharap dalam beberapa tahun ke depan, mungkin saat saya datang, [Liga 1] bisa menjadi liga yang terbaik, terbaik di Asia Tenggara, dan saya juga bisa berkarir di sana,” ujar Walsh dalam wawancaranya dengan Goal.

  • KLUB LIGA 1 YANG DIIKUTI WALSH

    Pemain berposisikan bek ini mengungkapkan dirinya selalu mengikuti perkembangan liga dan klub di Indonesia. Ada tiga klub yang sering diikuti Walsh, yakni Persib Bandung, Dewa United, dan Bali United.

    “Tim yang sering saya ikuti...bisa dibilang saya sering mengikuti tim ini. Saya suka Persib Bandung, bukan karena mereka menjadi juara, melainkan bagaimana klubnya didukung,” beber Walsh.

    “Saya juga suka Dewa United, klub yang makin profesional. Saya mendorong tim-tim di Indonesia untuk menjadi profesional, seperti Bali United dengan kompleks latihannya.”

    “Ketiga tim itu, [begitu juga] dengan rasa hormat kepada Persebaya, tim kota asal, saya menaruh respek kepada semua tim. Jadi, sangat senang kita berusaha memperbaiki.”

0