Sepuluh Selebrasi Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Primer Inggris

Komentar
Rupa-rupa selebrasi menyampaikan beragam pesan, tersirat maupun eksplisit. Berikut ini sepuluh perayaan gol paling ikonik dalam sejarah Liga Primer!


OLEH    DEDE SUGITA       Ikuti di twitter

Gol adalah hal yang paling ditunggu-tunggu dalam pertandingan sepakbola. Sebuah momen yang, begitu tercipta, seketika melahirkan kebahagiaan luar biasa bagi banyak orang.

Bagi si pencetak gol, suka cita diekspresikan melalui selebrasi di lapangan, dan seiring perkembangan zaman, selebrasi tidak melulu sekadar merayakan bersarangnya bola di dalam gawang lawan.

Rupa-rupa selebrasi menyampaikan beragam pesan, tersirat maupun eksplisit. Berikut ini Goal Indonesia mempersembahkan sepuluh perayaan gol paling ikonik dalam sejarah Liga Primer Inggris!

  1. #1 KO | Wayne Rooney (Manchester United)

    15 Maret 2015
    Manchester United 3-0 Tottenham Hotspur

    Setelah Marouane Fellaini memecahkan kebuntuan disusul aksi Michael Carrick menggandakan skor, Wayne Rooney memantapkan keunggulan telak Manchester United atas Tottenham Hotspur di babak pertama dalam pertandingan di Old Trafford.

    Sang kapten berselebrasi dengan melakukan beberapa tinju bayangan sebelum menjatuhkan diri ke tanah seolah kena pukulan telak. Ini rupanya untuk mengolok-olok video viral yang beredar sebelum laga, memperlihatkan dirinya di-KO Phil Bardsley, eks pemain Setan Merah, dalam sebuah sparing tinju di dapur rumah Rooney.

  2. #2 Menyelam Jilid I | Jurgen Klinsmann (Tottenham Hotspur)

    20 Agustus 1994
    Sheffield Wednesday 3-4 Tottenham Hotspur

    Reputasi sebagai pemain yang acap melakukan diving alias menyelam, berpura-pura menjatuhkan diri di lapangan, mengiringi kepindahan Jurgen Klinsmann ke Liga Primer Inggris pasca-Piala Dunia 1994.

    Bomber legendaris Jerman ini membungkam kritik dengan langsung mencetak gol untuk Tottenham Hotspur dalam aksi debutnya menghadapi tuan rumah Sheffield Wednesday dan merayakan golnya dengan "menyelam", selebrasi yang kemudian menjadi sangat populer dan berandil mengubahnya dari sosok dibenci jadi dicintai publik Inggris.

  3. #3 Sun Kamera | Steven Gerrard (Liverpool)

    14 Maret 2009
    Manchester United 1-4 Liverpool

    Liverpool tertinggal lebih dahulu di Old Trafford pada laga North West Derby krusial dalam persaingan juara musim 2008/09, sebelum Fernando Torres menyamakan skor dan Steven Gerrard membalikkan keadaan lewat eksekusi penaltinya.

    Sang kapten Reds mengumbar euforia secara liar, mencium mesra kamera di tepi lapangan. Pada kesempatan berikutnya, ini menjadi selebrasi wajib Stevie G. setiap kali ia berhasil menjebol gawang Manchester United.

  4. #4 Provokasi Mantan | Emmanuel Adebayor (Manchester City)

    12 September 2009
    Manchester City 4-2 Arsenal

    Dibenci fans Arsenal lantaran keputusannya membelot ke Manchester City, Emmanuel Adebayor membalas kontan cibiran pada dirinya dengan salah satu selebrasi paling dikenang sepanjang sejarah Liga Primer.

    Usai membobol gawang mantan klubnya dalam kemenangan City 4-2 di Etihad, alih-alih meluapkan kegembiraan di depan pendukung tuan rumah, pemain Togo itu malah berlari jauh ke ujung lain lapangan dan berselebrasi di hadapan tribun suporter tamu. Aksi provokatif ini menghasilkan lemparan kursi plastik dari fans Arsenal, juga kartu kuning dari wasit Mark Clattenburg.

  5. #5 Arogansi Raja | Eric Cantona (Manchester United)

    21 Desember 1996
    Manchester United 5-0 Sunderland

    Inilah salah satu momen paling ikonik dalam sepak terjang Eric Cantona bersama Manchester United pada kampanye terakhirnya di Old Trafford. Tuan rumah sudah memimpin 4-0 dengan Cantona menyumbang satu gol penalti.

    Bintang legendaris Prancis itu kemudian menggenapi kemenangan 5-0 Setan Merah setelah dengan dingin mencungkil bola melewati kiper. Selebrasi Cantona tak kalah cool. Ia hanya berdiri dengan sorotan mata tajam menatap sekelilingnya. Arogan? Well, tidak ada yang bisa melarang Sang Raja bersikap arogan!

  6. #6 Manula | Samuel Eto'o (Chelsea)

    8 Maret 2014
    Chelsea 4-0 Tottenham Hotspur

    Jose Mourinho kedapatan mempertanyakan usia Samuel Eto'o dalam sebuah rekaman video beberapa waktu sebelum Chelsea menjamu Tottenham Hotspur pada Maret 2014. Meski sang bos mengklaim omongannya hanya bercanda, itu menginspirasi Eto'o untuk menampilkan salah satu selebrasi terunik di Liga Primer.

    Pemain Kamerun itu turun sebagai starter menggantikan Fernando Torres yang cedera saat pemanasan, dan berhasil membuka skor di babak kedua dalam kemenangan telak Blues 4-0 di Stamford Bridge. Eto'o, yang genap berumur 33 dua hari pascalaga, merayakan golnya dengan berjalan tertatih-tatih sambil memegangi pinggang layaknya orang lanjut usia.

  7. #7 Menyelam Jilid II | Luis Suarez (Liverpool)

    28 Oktober 2012
    Everton 2-2 Liverpool

    David Moyes mungkin menyesal telah menuduh Luis Suarez tukang diving sebelum derbi Merseyside pada Oktober 2012. El Pistolero datang ke Goodison Park untuk "menggigit" sang manajer.

    Penyerang internasional Uruguay itu memborong dua gol untuk memberikan keunggulan 2-0 Liverpool. Setelah mencetak gol pertama, Suarez berlari ke hadapan Moyes lantas menjatuhkan diri ibarat melakukan diving. Sayang The Reds batal menang. Everton bangkit untuk memaksakan skor imbang 2-2.

  8. #8 Team Talk | Jimmy Bullard (Hull City)

    28 November 2009
    Manchester City 1-1 Hull City

    Pada Desember 2008, manajer Phil Brown sengaja memberikan half-time team talk di tengah lapangan setelah Hull City kebobolan empat gol di babak pertama di kandang Manchester City (skor akhir 5-1). Siapa sangka ini melahirkan inspirasi untuk salah satu selebrasi gol paling dikenang hanya setahun berselang.

    Jimmy Bullard mengonversi penalti delapan menit jelang bubaran untuk menyamakan kedudukan 1-1 ketika The Tigers menantang City lagi di Etihad, dan merayakan gol ini dengan berlagak menyampaikan team talk, menyuruh rekan-rekannya duduk manis dan mendengarkan instruksinya.

  9. #9 "Mengapa Selalu Saya?" | Mario Balotelli (Manchester City)

    23 Oktober 2011
    Manchester United 1-6 Manchester City

    Headline negatif mustahil dipisahkan dari Mario Balotelli. Jelang derbi Manchester di Old Trafford pada Oktober 2011, striker Italia ini kembali menarik atensi. Rumahnya kebakaran gara-gara kembang api. Ini menyusul riwayat kebadungan lainnya yang meliputi aksi melempar dart ke arah pemain junior sampai berkelahi dengan rekan setim, Jerome Boateng.

    Di lapangan toh performanya tokcer. Balo mengemas sepasang gol untuk membawa City mempermalukan sang rival sekota 6-1! Usai menggetarkan jala David de Gea kali pertama, Balotelli membuka seragamnya untuk memamerkan kaus dalam bertuliskan "Why Always Me?". Kita semua tahu jawaban pertanyaan tersebut.

  10. #10 Klasik | Alan Shearer (Newcastle United)

    Tiada yang terlalu istimewa dari mengangkat tangan untuk merayakan gol, namun selebrasi angkat tangan yang satu ini amat melegenda di Liga Primer karena menjadi trademark si raja gol Alan Shearer. Setiap kali membobol gawang, Shearer selalu berlari sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Selebrasi ini barangkali membosankan, tapi yang jelas sang legenda tak pernah bosan mencetak gol!

     

    Guinness - 10 Selebrasi Gol terbaik EPL

    Dari daftar di atas, menurut Anda selebrasi mana yang pantas disebut terbaik?

    Saksikan serunya pertandingan Liga Primer Inggris setiap akhir pekan bersama teman-teman Anda di outlet Guinness terdekat!  RSVP sekarang juga!